Suaraterkini.com, Jakarta – Pada tahun 2045, Indonesia akan mengalami bonus demografi, karena jumlah penduduk produktif lebih banyak, di sisi lain ini akan menjadi minus demografi apabila pemerintah tidak mempersiapkan sejak sekarang kulitas SDM , kedaulatan dan ketahanan pangannya.
Hal Tersebut dikatakan Ketua Umum LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam kepada pers disela diskusi FGD kedaulatan dan ketahanan pangan di Jakarta, (29/8).
Bahwa kedaulatan dan ketahanan pangan sangatlah penting untuk kelangsungan berkehidupan. Terkait itu, LDII merekomendasikan agar pemerintah mengembangkan lahan-lahan yang belum produktif, mempercepat produksi dengan sistem digital dan melakukan kerjasama dengan pihak swasta dan lembaga pemerintahan. “Kami berharap kebijakan pemerintah benar-benar pro rakyat,” ujarnya.
Ia berharap melalui FGD ketahanan pangan dan kedaulatan pangan dapat memberikan kontribusi positif dan sumbangsih kepada negara dan generasi bangsa Indonesia. “Dari hasil FGD ini, akan kami serahan kepada pemerintah, sebagai masukan sehingga masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih besar,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu pembicara FGD Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mindo Sianipar mengatakan, keterlibatan dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan.
Mindo mengapresiasi langkah organisasi kemasyarakatan Islam LDII dalam melaksanakan berbagai program kedaulatan dan ketahanan pangan secara nyata di masyarakat seperti di Madiun, Nganjuk, dan Jombang.