SUARATERKINI, Jakarta – Pengukuhan anggota Korwil Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jakarta Selatan berlangsung meriah dengan nuansa budaya Betawi yang kental.
Acara ini tak hanya dihadiri tokoh-tokoh penting dalam seni bela diri dan budaya, namun juga menarik minat generasi muda yang antusias pada pencak silat tradisional Betawi.
Berbagai atraksi budaya, mulai dari pertunjukan silat hingga musik Betawi gambang kromong, turut menyemarakkan kegiatan yang didukung penuh oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan.
Tokoh-tokoh terkemuka yang hadir dalam acara ini antara lain:
1. Bapak Rusmantoro, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan
2. Bapak Toni Bako, Kepala UPK Perkampungan Budaya Betawi
3. Bapak Haji Firman, Ketua DPD/PPSI DKI, dan Ki Jujun, Ketua DPD/PPSI Depok
4. Bapak Galih, Ketua Umum Harian DPP/PPSI Jawa Barat
5. Abah Tapak, Ketua DPD/PPSI Kabupaten Bekasi
6. Abi Cacang, Ketua BJB411
7. Haji Abu Sadeli, Ketua Majelis Betawi
8. Bang H. Bachtiar Pitung, Ketua Jawara Betawi Pitung dan Pimpinan Sanggar Si Pitung Rawa Belong
9. Ibu Haji None Betawi, Haji Imroni, Ketua Persatuan Betawi Se-Jabodetabek
Acara berlangsung dengan suasana yang semarak dan penuh kekeluargaan. Berbagai elemen seni dan budaya silat, khususnya pencak silat Betawi, ditampilkan secara apik di hadapan para tamu undangan.
Momen paling berkesan adalah saat anak-anak muda turut mempersembahkan atraksi silat di hadapan Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan dan para tamu kehormatan, menunjukkan antusiasme mereka dalam melestarikan seni bela diri tradisional.
Bang Shamin, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Korwil PPSI Jakarta Selatan, mengungkapkan rasa haru dan bangganya. Dalam sambutannya, ia berharap PPSI Jakarta Selatan dapat terus mengembangkan dan melestarikan seni bela diri tradisional, terutama pencak silat Betawi, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab besar untuk mengembangkan pencak silat Betawi. Kami berkomitmen agar seni bela diri ini terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya, Minggu (10/11/2024) di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.
Ketua DPD PPSI juga menekankan bahwa pencak silat harus terus menjadi simbol jati diri bangsa Indonesia. Ia menyatakan bahwa sejak berdiri pada tahun 1957, PPSI konsisten dalam misi pelestarian budaya pencak silat. “Ke depan, tradisi silat harus tetap menjadi warisan budaya yang terbaik di Indonesia,” ucapnya penuh harap.
Bapak Rusmantoro, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya pencak silat Betawi. Ia juga mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara instansi terkait dan komunitas budaya untuk mengembangkan pencak silat tradisi Betawi.
Beliau bahkan menantang Ketua Pelaksana dan Ketua DPW PPSI untuk menyelenggarakan festival pencak silat yang lebih besar di Jakarta Selatan, dengan tujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap seni bela diri khas Betawi ini.
Sebagai bagian dari acara, dilakukan juga santunan bagi anak-anak yatim, menambah berkah dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hadirnya para tokoh budaya, generasi muda, dan masyarakat umum menandai kesatuan tekad untuk melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Dengan terbentuknya Korwil PPSI Jakarta Selatan yang baru ini, diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk turut membentuk koordinator wilayah PPSI di daerah masing-masing.
Dengan dukungan dari seluruh anggota, baik yang baru maupun yang lama, Korwil PPSI Jakarta Selatan siap mengemban amanah dalam menjaga dan melestarikan seni pencak silat, khususnya tradisi Betawi, agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.