Suaraterkini.com,- Denise Michelle (16 tahun) dan Devanka Morritz (11 tahun), dua kakak beradik berbakat dari Indonesia, mencatat prestasi gemilang di ajang International Painting Contest yang diselenggarakan oleh Hanoi Union of Friendship Organization (HAUFO) di Vietnam Agustus lalu.
Denise meraih peringkat ketiga dengan teknik Scratch Art-nya, menggambarkan Pagoda yang menjadi ikon Hanoi. Sementara itu, adiknya, Devanka, menghebohkan panggung dengan dinobatkan sebagai juara umum melalui karya bertema Dragon Dance, yang dihias indah menggunakan teknik oil pastels bergaya dekoratif.
“Ini adalah hasil perjuangan kami selama setahun terakhir,” ujar Denise penuh semangat. “Tahun lalu, kami hanya meraih juara hiburan, tapi kali ini kami kembali dengan konsep yang lebih matang.”ungkapnya bersemangat.
Devanka juga tak menyangka akan menjadi juara umum. “Kami diundang untuk menghadiri malam penghargaan, tapi siapa yang menang masih rahasia. Saya pikir saya akan berada di urutan terakhir seperti tahun lalu, tapi ternyata saya diumumkan sebagai juara umum. Rasanya sangat membanggakan,” ungkap Devanka terharu.
Daus Rojali, ayah sekaligus pelatih kakak beradik ini, juga menyampaikan rasa syukurnya. “Akhirnya, kami kembali ke ajang internasional ini dengan membawa dua penghargaan sekaligus, mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” tuturnya.
Kompetisi bergengsi ini rutin diadakan tiap tahun dan diikuti oleh ratusan peserta dari negara-negara ASEAN. Melalui perwakilan duta besarnya di Hanoi, Peserta di wajibkan mengirimkan gambar terbaik mereka yang bercerita tentang Hanoi sebagai kota penuh damai. dan berlomba untuk mengambil simpati juri dengan beragam konsep dan teknik yang diunggulkan oleh masing-masing peserta. Dari ratusan karya yang dikirimkan, panitia akan menyeleksi ketat dan menentukan sejumlah juara dari 2 kelompok umur yang disediakan.
Ajang International Painting Contest HAUFO, yang diadakan setiap tahun, kini menjadi saksi akan kehebatan talenta muda Indonesia yang terus berprestasi dan membanggakan Tanah Air di pentas seni internasional.