Belitung Berhasil Ekspor 24 Ton Ikan Kerapu ke Hong Kong

AdvertisementAds

SUARATERKINI, Tanjungpandan – Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mampu mencatat ekspor ikan kerapu ke Hong Kong hingga 24 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri mengatakan hingga Maret 2021 ekspor ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong mencapai 24 ton.

“Sampai saat ini jumlah ekspor ikan kerapu hidup menuju Hong Kong mencapai 24 ton atau sebanyak empat kali pengiriman,” katanya, Rabu (17/3).

Permintaan ekspor ikan kerapu hidup dari negara Hong Kong kembali meningkat setelah sempat menurun karena pandemi, karena Hong Kong menutup sejumlah pasar dan restorannya.

“Saat ini kapal-kapal mereka sudah masuk kembali dan bisa singgah ke beberapa pelabuhan untuk mengangkut ikan kerapu,” tambahnya.

Pihaknya berharap, dengan pulihnya kondisi tersebut dapat mendorong pendapatan pembudidaya ikan kerapu di Belitung.

“Karena pasar utama kerapu Belitung salah satunya adalah Hong Kong maka ketika mereka kembali membuka diri kami siap dengan pengiriman karena untuk stok kerapu di pembudidaya saat ini masih banyak jumlahnya tidak ada kendala,” katanya.

BACA JUGA:  KNPI Belitung: Pemda Harus Perbaiki Komunikasi Publik di Tengah Pandemi

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Rekie Irawan menambahkan, pengiriman kerapu hidup menuju Hong Kong kembali meningkat dibandingkan tahun lalu.

Saat ini pengiriman bisa dilakukan dalam satu bulan sebanyak dua kali dan diperkirakan dapat meningkat terus. Sedangkan untuk harga sekarang cukup stabil berkisar antara Rp80 ribu sampai Rp110 ribu per kilogram.

“Untuk stok juga masih banyak di pembudidaya jumlah antara 50 ton sampai 100 ton masih ada karena banyak yang tidak terkirim akibat pandemi kemarin,” ujarnya.

Seperti diketahui, ekspor ikan kerapu sempat mengalami penurunan karena pandemi, namun setelah aktivitas perdagangan di Hong Kong dibuka kembali, perdagangan kembali meningkat.

Selain itu, harganya sempat menurun karena permintaan yang kurang, namun saat ini harga sudah kembali normal. (wil)