Untitled Document

Peduli Palu, LP3I Gelar Shalat Gaib, Doa Bersama dan Galang Dana PERISTIWA

Peduli Palu, LP3I Gelar Shalat Gaib, Doa Bersama dan Galang Dana


Suaraterkini.com - LP3I Jakarta menggelar 'Save For Palu' dengan menggelar Shalat gaib, doa bersama dan  penggalangan dana bagi korban gempa bumi dan tsunami  Palu, Donggala Sulawesi Tengah.

Direktur Grop LP3I Jakarta Isral Nurdin Nurdin, MH, MBA mengatakan, bahwa penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa Politeknik Lp3I Jakarta Kampus Kramat Raya, selain sebagai bentuk dukungan dan rasa prihatin terhadap saudara kami yang terkena musibah di palu dan donggala sulawesi tengah juga untuk membentuk pendidikan karakter bagi mahasiswa.

"Sebagai lembaga pendidikan, kami merasakan apa yang tengah terjadi di palu, sebab pada tahun 2004, LP3I melakukan penggalangan dana dan menyalurkan langsung ke Aceh, kami berharap bantuan yang dikumpulkan dari karyawan, dosen, mahasiswa LP3I serta masyarakat umum yang dilakukan mahasiswa di jalan raya mampu meringankan beban saudara kita di palu," ucap Isral, kemarin (6/10).

Dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM LP3I) seperti ini, diharapkan membentuk karakter dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga saat bekerja nanti, mereka tidak hanya profesional dipekerjaan, tapi juga memiliki kepedulian sosial bagi lingkungannya," tambahnya.

Rencananya dana sumbangan yang terkumpul akan akan langsung dikirimkan ke Palu, oleh tenaga pendidik LP3I yang kebetulan LP3I memiliki cabang di Palu Sulawesi tengah, pungkasnya.

Sementara itu salah satu mahasiswi LP3I Jakarta Suniyah mengaku senang dapat terlibat dalam acara penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami Palu “kami bersama teman-teman LP3I bersyukur bisa terlibat dalam penggalangan dana”.

Penggalangan dana tidak hanya di lakukan di kampus namun tersebar di jalan raya serta beberapa titik di kramat raya, mulai pagi hingga siang hari.
 
"Kami berharap bantuan yang terkumpul ini dapat membantu saudara kita di palu, donggala yang terkena gempa dan Tsunami," tutup Sunayah. 



Berita Terkait