Untitled Document

Doa Untuk Bangsa di Monas Diciderai dengan Beredarnya Buku Bergambar “Jokowi dan PKI” PERISTIWA

Doa Untuk Bangsa di Monas Diciderai dengan Beredarnya Buku Bergambar “Jokowi dan PKI”


Suaraterkini.com - Kegiatan Doa Untuk Bangsa yang dihadiri para habib, tokoh masyarakat, ulama serta ratusan ribu jamaah ini ditujukan untuk keselamatan, dan keamanan Indonesia khususnya Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)  di Monumen Nasional (Monas) Jakarta (29/9). 

Acara yang diisi dengan kegiatan ceramah oleh berbagai ulama terkenal seperti  Ustad Abdul Somad (UAS)   serta ulama yang lain, sambutan dari HRS dari makah, serta pemutaran film G30S/PKI, acara tersebut juga membagi-bagikan buku yang berjudul ‘PKI, Apa dan Bagaimana?’.

Buku ‘PKI, Apa dan Bagaimana?’ 30 halaman buku tersebut. yang ditulis oleh Rizieq itu dibagikan oleh beberapa orang berseragam putih bertuliskan Laskar FPI, dan diduga diterbitkan oleh Bidang Bela Negara & Jihad DPP FPI. Isi buku tersebut yakni merujuk pada sejarah berdirinya PKI. 

Dalam isi buku tersebut ada gambar foto yang mirip Presiden Indonesia yaitu Joko Widodo bersama simbol PKI,kejadian tersebut Seakan mengingatkan kasus tabloid Obor Rakyat, penulis maupun penerbit buku tersebut bisa dianggap melakukan pencemaran nama baik kepada Joko Widodo.

Pengamat hukum Fajar Trio Winarko pun mendesak kepolisian dan Bawaslu untuk mengusut penyebaran buku kampanye hitam tersebut. “ Jika foto tersebut benar Presiden Indonesia yaitu Joko Widodo, maka para pelaku bisa dijerat pasal 311 dan 310 KUHP tentang penghinaan dan penyebaran fitnah dengan ancaman penjara 4 tahun,” kata Fajar menjawab kepada media, di Jakarta, minggu (30/9).

Sebagai informasi, Pasal 311 ayat 1 berbunyi:

Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Fajar mengatakan, dari judul buku dan materinya menyudutkan atau bahkan bernuansa fitnah kepada Presiden Jokowi yang saat ini menjadi Capres nomor urut 01. Ia menambahkan, kalau penulis buku membenarkan gambar tersebut presiden Indonesia Joko Widodo maka pihak kepolisian bisa menjerat para penyebarnya. “Penyebar buku juga bisa terkena pidana. Mereka ini merusak deklarasi kampanye damai. Jangan sampai memecah belah bangsa dengan isu-isu recehan seperti ini,” kata dia.

Dalam konteks Pilpres, Fajar menyayangkan insiden tersebut, karena menurut, UU 8/2015, secara tegas disebutkan bahwa melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat merupakan bentuk kampanye hitam atau black campaign.

Ia juga mendesak polisi membongkar dalang atau pendana pembuatan buku tersebut. Jika ada parpol atau pasangan capres yang terbukti menyokong dana, maka peserta pemilu berpotensi melakukan pelanggaran.

Ancaman sanksi bagi setiap pelaksana, peserta, dan petugas Kampanye Pilpres yang menghasut dan mengadu-domba perseorangan atau masyarakat adalah penjara paling singkat 6 (enam) bulan hingga 24 bulan dan denda paling sedikit Rp 6 juta dan paling banyak Rp 24 juta. “Sanksi ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden,” tegasnya.

Tak hanya itu, lanjut Fajar FPI bisa dinilai tidak menjalankan asas, ciri dan sifat ormas yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas), yaitu “tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945”.
“Diduga melanggar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017, yang mengubah sejumlah ketentuan pada UU Ormas.” Pungkasnya.


Doa


Berita Terkait

Dua Produk dari Sharp Pecahkan Rekor MURI

12 Feb 2019, 13:22

Di usia yang semakin matang yaitu 49 tahun, SHARP Indonesia terus meningkatkan kualitas produknya diberbagai lini. Belum lama ini, SHARP Indonesia membuktikan langsung melalui pemecahan rekor Museum ...