Untitled Document

Kesalahan dan keuntungan Cagak Sawita Rupa Sebuah Perusahan PERISTIWA

Kesalahan dan keuntungan Cagak Sawita Rupa Sebuah Perusahan


Suaraterkini.com - Kejadian taman bermain kalijodo yang kini "tidak terurus" telah membuat salah penafsiran pemerintah daerah, sebab tugas menjaga dan merawat taman bermain terbuka hijau bukan menjadi kewajiban pihak swasta yang membangun taman bermain tersebut, hal tersebut di ungkapkan Dr M Gunawan dalam acara bedah buku Cagak Sawita Rupa atau yang lebih populer dengan nama Corporate Social Responsibility (CSR) di Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM).  

“ Dalam buku tersebut dikupas terkait CSR beberapa perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan besar terkait CSR, hambatan serta peran CSR bagi persuahaan swsata serta adanya kesalahan penafsiran terutama di tingkat pemerintah daerah”tuturnya.  

Penulis buku Cagak Sawita Rupa (Pilar Beragama Pengabdian Perusahaan di Indonesia) Dr. M. Gunawan Alif mengatkan dari beberapa perusahaan yang ada di Indonesia yang melakukan CSR sudah sesuai dengan perutukannya, walaupun masih ada perusahaan yang masih “ membandel” melakukan CSR, namun dari hasil pengamatanya tidak sedikit juga perusahaan terkendala terkait izin terutama di pemerintah daerah.

“Pada dasarnya aktivitas CSR merupakan timbal balik perusahaan terhadap masyarakat, apabila disalurkan sesuai peruntukannya, seperti kesehatan, pendidikan keterampilan dan sebagainya maka masyarakat akan meningkat baik secara sosial, pendidikan dan ekonomi, daya beli masyarakat akan tinggi, secara otomatis pendapatan perusahaaan akan meningkat” jelasnya. 

Cagak Sawita Rupa atau yang lebih populer dengan nama Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu keharusan bagi perusahaan-perusahaan hal tersebut sesuai Undang-undang nomer 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dikuatkan dengan keputusan mahkamah Konstitusi nomer 53/PUU-VI/2008, namun dalam pelaksanaanya terjadi perbendaan penafsiran baik di kalangan perusahaan terutama pemerintah. Hal tersebut dikatakan peneliti Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM) Prof. Dr. Gati Gayatri, MA dalam acara  Bedah buku dengan tema “Pemikiran Kritis Akademisi versus Praktisi tentang Landasan Inisiatif CSR” di di laboratorium humas Fakultas Komuikasi Universitas Prof Dr Moestopo (2/8).

"Peran humas Perusahaan dalam mengkomunikasikan CSR terhadap pemerintah dan masyarakat harus jelas supaya pemerintah maupun masyarakat mendapatkan manfaat terutama dalam hal peningkatan kesehatan, kesejahteraan, atau pendidikan masyarakat sekitar perusahaan" tuturnya. 

Bedah buku dihadiri Penulis buku Cagak Sawita Rupa (Pilar Beragama Pengabdian Perusahaan di Indonesia) Dr. M. Gunawan Alif, peneliti Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM) Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, Rudijanto Gunawan Vice Presiden Director Communication Djarum Foundation dan moderator Drs. M. Muminto Arief, M.I.Kom.



Berita Terkait