Untitled Document

Tantangan dan Peluang Bisnis Ritel Indonesia PERISTIWA

Tantangan dan Peluang Bisnis Ritel Indonesia


Suaraterkini.com - Masa-masa emas bisnis ritel di Indonesia sudah mulai redup ditandai banyaknya ritel-ritel raksasa yang gulung tikar dan menutup gerainya. Tantangan tersebut tentunya merupakan hal serius yang harus segera diantisipasi oleh semua pelaku bisnis ritel. 
 
Dekan School of Business & Economics Universitas Prasetiya Mulya Prof. Agus W. Soehadi mengatakan, Bukan hanya menjalankan bisnis secara online dan offline saja, melainkan dibutuhkan omni-channel marketing karena konsumen cenderung mengkombinasikan aktivitas di toko online dan offline sebelum melakukan pembelian. 

“Kadang mereka review produk secara online, lalu ke toko offline untuk membeli. Sehingga kegiatan marketing antara online dan offline yang terintegrasi sangat dibutuhkan,” paparnya, dalam talkshow Branding Update yang digagas oleh S1 Branding Prasetiya Mulya dan bekerja sama dengan Indonesia Branding Association (IBA) ini.
 
Berdasarkan riset Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) diungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia pertahun 2016 mengalami penurunan menjadi 9% dibanding tahun 2014 mencapai angka dua digit di 14 hingga 15%.
 
Dalam kesempatan sama Krisetiadi Purwanto selaku Product Leadership Director Nielsen Indonesia menjelaskan, menurut hasil riset The Nielsen Company Indonesia, penetrasi internet yang luar biasa membuat daya beli masyarakat Indonesia kian mengalami transisi dari yang mengutamakan belanja produk menjadi mendahulukan belanja pengalaman.
 
 



Berita Terkait

Wisuda UNAS Serukan Bangsa untuk Bersatu Pasca Pemilu

23 Apr 2019, 08:54

Universitas Nasional menggelar wisuda untuk seluruh jenjang pendidikan tinggi, di Jakarta Convention Center, pada Minggu (21/4) lalu. Wisuda periode I Tahun Akademik 2018/2019 kal iini berbeda dengan ...