Untitled Document

Ketum GMK : Legislasi UU Anti-Terorisme harus dipercepat PERISTIWA

Ketum GMK : Legislasi UU Anti-Terorisme harus dipercepat


Suaraterkini.com - Peristiwa kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, disusul dengan peristiwa ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Surabaya, dan Polrestabes surabaya pada tadi pagi menambah deretan teror dan mengakibatkan sejumlah korban.

Ini berarti Aksi terorisme di Indonesia belum berakhir. Aksi yg menelan sejumlah korban ini pun dinilai sejumlah tokoh dan kalangan menuai kecaman mengutuk keras aksi tersebut dan menilai Pansus DPR RI dinilai lambat dalam memutuskan UU Anti-Terorisme, Ketua Umum Generasi Muda Kosgoro (GMK), Baroto A. Isman.

"Kami sangat mengutuk aksi terorisme yang terjadi beberapa hari ini dan meminta DPR-RI untuk segera membahas melegislasikan dan memutuskan UU Anti-Terorisme bersama pemerintah serta mendorong deklarasi di NKRI' jelasnya.

Baroto menambahkan, Kami pahami bahwa pemerintah dan aparat kepolisian dan TNI sudah berupaya keras untuk menyadarkan masyarakat, untuk itu kami minta supaya DPR RI agar lebih komunikatif dan koperatif serta bertindak cepat dalam memutuskan UU Anti-Terorisme tersebut.

Hal ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, mengingat berapa banyak korban jiwa lagi yang tidak berdosa yang tewas yang harus kehilangan sanak keluarganya dan ini sangat mengganggu karena rumah ibadah yang semestinya ruang damai menjadi target kebencian, tegas Baroto.

Kami sekali lagi menegaskan bahwa Generasi Muda KOSGORO sangat berempati kepada korban yang terkena dampak langsung aksi terorisme dan bersama pemerintah dan aparat kepolisian atau TNI untuk berjuang mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD NRI 1945. Tutupnya.



Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Trilogi Ikuti Program KKN di Bogor

15 Aug 2018, 05:32

Universitas Trilogi Jakarta untuk pertama kalinya pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2018 mengirimkan ratusan mahasiswa, selama sebulan dengan tempat lumayan jauh dari kampus. “Tujuan ...