Untitled Document

Puluhan Kesultan se-Indonesia Kumpul di Universitas Nasional PERISTIWA

Puluhan Kesultan se-Indonesia Kumpul di Universitas Nasional


Suaraterkini.com - Kemajuan teknologi telah mengikis kebudayaan Indonesia, untuk itu perlu penguatan dan melestarikan budaya nasional, untuk mendukung hal tersebut Universitas Nasional (UNAS) berpartisipasi dan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Round Table and Konferensi Budaya Nusantara 2018. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan materi pengayaan naskah akademik yang berkaitan dengan sistem kebudayaan sebagai solusi dari permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam perspektif keagamaan, keilmuan, ketahanan, kebudayaan, dan kesejahteraan sosial, kata Ketua Umum forum Silaturahmi Se-nusantara Sultan sepuh Cirebon PRA. Arief Natadiningrat di menara UNAS ragunan (29/3). 

“Dengan hal ini, maka perlu peran dari para Raja, Sultan, dan Pemangku Adat untuk dapat menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. Nilai-nilai luhur bangsa ini yang kemudian akan membawa bangsa Indonesia lepas dari jeratan sistem demokrasi dan strategi budaya asing” jelasnya.

Namun demikian, Sultan Arief mengajak para Raja, Sultan dan Pemangku Adat ini perlu diberi "payung hukum" yang jelas dan terlegitimasi oleh pemerintah. supaya menghidupkan kembali tatanan hidup bangsa Indonesia yang berbudaya, beradab, beretika, dan berestetika.

kegiatan ini digagas Pusat Studi dan Ketahanan Nasional – Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Pusat Kajian Sosioteknologi dan Keragaman Budaya – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Panitia bersama Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). 

Sementara itu Ketua Pusat Ketahanan Nasional, Iskandarsyah, S.S., M.Hum mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu membahas dan merumuskan materi pengayaan naskah akademik yang berkaitan dengan sistem kebudayaan sebagai solusi dari permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara..

''Kami berharap dari kegiatan ini dapat melahirkan kejelasan visi bangsa Nusantara khususnya dalam menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia, dan memperoleh sikap dan strategi langkah yang nyata dalam mengembalikan akar budaya, adat istiadat, dan tradisi sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegar,'' ungkapnya.

 



Berita Terkait