Untitled Document

CIO 2017 di APM Indoor Lahirkan Atlet Equestrian Berkualitas PERISTIWA

CIO 2017 di APM Indoor Lahirkan Atlet Equestrian Berkualitas


Suaraterkini.com - Cinta Indonesia Open (CIO) 2017 kembali menggelar kompetisi tahunan olahraga ketangkasan berkuda (Equestrian) yang memasuki tahun ke 10 penyelenggaraannya, pada CIO 2017 ada hal yang berbeda , Sebab untuk pertama kalinya, digelar Adria Pratama Mulya (APM) Indoor Derby Class yang menggabungkan kelas show jumping dan croos country yang berlangsung dua hari (sabtu minggu/29-30) di Tiga Raksa Kabupaten Tangerang, Banten.

Founder APM, Triwati Marciano Norman mengatakan, tahun ini penyelenggaraan CIO 2017 berbeda dari tahun sebelumnya, karena pada CIO 2017 di APM Indoor Derby Class yang menggabungkan kelas show jumping dan croos country.

"Kami bersyukur, antusiasmenya luar biasa besar karena jumlah peserta yang ikut kompetisi ini meningkat. Kami berencana menjadikan APM Indoor Derby Class rutin dipertandingkan di CIO selanjutnya," ujar Triwati kepada suaraterkini.com, kemarin (29/10).

Pada CIO 2017, lanjut Triwati panitia mendatangkan sejumlah juri lokal dan internasional seperti Shirley Khaw (Singapura) untuk Jumping Judge, Federation Equestrian International (FEI) level 2, serta Christhop Johnen (Jerman) yang merupakan Course Designer FEI level 3 dan Rafiq Radial selaku Technical Delegate.

"Dengan mendatangkan juri dari dalam dan luar negeri, kami berharap dapat melahirkan bibit-bibit baru dalam equestrian muda indonesia yang bisa berkiprah tidak hanya di indonesia tapi dunia " harapnya.

Tak hanya sekedar mengehelat kejuaraan, APM juga mengadakan coaching clinik dengan Marc Boes asal Belgia pada tanggal 25-26 oktober lalu. Itu dilakukan untuk meningkatkan skill para rider-rider di Indonesia.

Dengan mengusung tema “where Education Meet Sport” kompetisi ketangkasan berkuda ini terus mengalami peningkatkan jumlah peserta dan pengunjung di setiap tahunnya, tambah Triwati Marciano Norman.

Sementara itu Ketua Umum PP Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), Mohammad Chaidir Saddak,  mengapresiasi apa yang dilakukan SMA APM dalam memfasilitasi turnamen CIO 2017 yang ke sepuluh ini.

"Dalam meningkatkan dan mencari Regenegarsi  equestrian, kami terus melakukan pembinaan salah satunya melalui kompetisi tahunan seperti CIO 2017, hal ini untuk mencari, membina calon, equestrian muda di Indonesia" jelasnya.

Dari setiap gelaran CIO, lanjut Eddy terjadi peningkatan yang signifikan terhadap regenerasi atlet. "Untuk kelas (show jumping) 105-110 centimeter misalnya, pesertanya lebih dari 30. Ini sesuatu yang menggembirakan. Tahun-tahun sebelumnya tidak segitu jumlahnya," paparnya.

Kami berharap pembinaan yang tepat, kompetisi yang rutin serta adanya sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mencari bibit muda equestarian, kita berharap beberapa atlit junior yang tampil dan juara pada CIO 2017 diikut sertakan dalam berkompetisi di kancah internasional.

"Untuk mencari atlet junior Equestrian yang handal tidak hanya pembinaan semata, namun harus mengikuti perlombaan di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan skill maupun mentalnya, maka berkompetisi di tingkat SEA Games atau Asian Games bahkan olimpiade, dapat terlihat target pencapaian yang realnya" pungkasnya.



Berita Terkait