Untitled Document

Indonesia Harus Meningkatkan Dana Riset minimal 1.5 Persen PERISTIWA

Indonesia Harus Meningkatkan Dana Riset minimal 1.5 Persen


Suaraterkini.com - Sebagai negara besar dana riset di Indonesia masih 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau sekitar Rp 30 triliun, sedangkan dana riset di Malaysia sebesar 1,3 persen dari PDB mereka. Singapura 2,6 persen, Korea Selatan dan Jepang masing-masing 4,6 persen dan 3,5 persen dari PDB. Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Bantuan Teknologi Prasetyo Sunaryo dalam diskusi “Pentingnya Penguasaan Iptek” di Jakarta (20/6) 

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kinerja suatu bangsa. Pertama, kinerja ekonomi makro, kedua kinerja kuliatas penyelenggaraan negera (Good Govermance) dan ketiga perkembangan tingkat penguasaan Iptek,” tuturnya.

Masing-masing, lanjut Pras, memberikan kontribusinya secara proposional. “Bahkan, negara maju secara serius mengembangkan ilmu iptek dan ilmu iptek memberikan kontribusi terhadap perkembangan negara sebesar 50 persen,” tambahnya. 

Menurut Prasetyo penguasaan dan perkembangan iptek tidak bisa lepas dengan dana riset. Dia mengungkapkan bahwa saat ini, “Idealnya dana riset di Indonesia 1,5 persen atau sekitar Rp 150 triliun, dari PDB Indonesia” katanya.

Prasetyo berharap pemerintah mendatang memberikan prioritas kepada anggaran dana riset. Menurut dia kegiatan riset dan pengembangan ke depan terdiri dari tiga bidang seperti program penelitian untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, kedua sistem produksi nasional berbasis teknologi dan ketiga peningkatan kualitas SDM. 

Kami berharap anggota dewan yang akan dilantik dan pemeritahan membuat UU serta kebijakan Terkait Iptek, yang tidak merepotkan peneliti dalam hal administratif, namun lebih pada hasil dari penelitian.” pungkasnya.
 



Berita Terkait