Untitled Document

Kampung Petani Sampah di Kamal Diresmikan PERISTIWA

Kampung Petani Sampah di Kamal Diresmikan


Suaraterkini.com - Demi mewujudkan wilayah Kampung Belakang menjadi Kampung Petani Sampah, Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur (UBL) bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur gelar  Peresmian Klinik Daur Ulang Sampah pada akhir bulan Juli 2017 lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Hibah IbM Menuju Kampung Petani Sampah di Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Menurut, Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Univ Budi LuhurAnggraeni Dyah S, ST, MT, menjelaskan bahwa ada tiga kegiatan besar program Hibah IbM yang akan dilakukan di kawasan Kamal, demi mewujudkan wilayah itu sebagai Kampung Petani Sampah.

Pertama program Klinik Daur Ulang Sampah. Program tersebut melibatkan masyarakat, terutama ibu-ibu untuk mengolah limbah sampah menjadi produk yang layak jual. Di antaranya, kerajinan tangan tas, tempat tissu, dompet, vas bunga, dan sebagainya,” terangnya.

Untuk yang Kedua program Bank Sampah. Program tersebut, kata dia, akan melibatkan seluruh masyarakat Kamal untuk menjual produksi sampah yang tidak mampu diolah di Klinik Daur Ulang. Dengan menjual produksi sampah, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah tumpukan sampah di lingkungan, tetapi dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Kamal.

Sementera yang Ketiga program Rumah Pupuk. Program tersebut juga melibatkan seluruh masyarakat Kamal untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Sampah organik merupakan sampah hasil produksi rumah tangga seperti sisa makanan, potongan sayur atau kulit buah yang tidak terpakai. Sampah jenis ini dapat didaur ulang untuk dijadikan pupuk yang dapat bermanfaat untuk menyuburkan penghijauan di rumah tinggal ataupun dijual sehingga dapat menghasilkan uang.

Hibah IbM Kampung Petani Sampah dilaksanakan untuk wilayah di RW.03 dan RW.04, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, yang mayoritas warganya bekerja sebagai pengumpul limbah pabrik yang diolah menjadi biji plastic,” tegasnya.

Dengan adanya Klinik Daur Ulang Sampah, Bank Sampah dan Rumah Pupuk, diharapkan masyarakat dapat berkarya dengan membuat berbagai produk olahan sampah tersebut sehingga dpat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.



Berita Terkait