Untitled Document

Pentingnya Pembangunan Rendah Emisi di Indonesia PERISTIWA

Pentingnya Pembangunan Rendah Emisi di Indonesia


Untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan emisi di Indonesia, Jejaring Indonesia Rendah Emisi (Indonesia Low Emission Network), atau JIRE, telah  diluncurkan. JIRE bertujuan untuk menguatkan kerjasama antara pemerintah dan non- pemerintah dalam pengkajian kebijakan rendah karbon, peningkatan pengetahuan dan saling  berbagi informasi praktek cerdas dalam pengurangan emisi di antara anggota, peningkatan akses  pendanaan untuk pembangunan rendah karbon, dan untuk peningkatan keterlibatan sektor  swasta dan non-pemerintah lainnya didalam implementasi pembangunan rendah karbon di  Indonesia.

“Sekarang ada peluang nyata bagi Indonesia untuk lebih menguatkan perencanaan  pembangunan rendah karbon dalam rencana pembangunan jangka menengah dan jangka  panjangnya, dan saya berharap kita akan mendengar lebih banyak tentang ambisi baru ini dari  Indonesia dan banyak negara lain pada Sidang Umum PBB pada bulan September,” tambah Ms.  Figueres. 

Pencapaian target pengurangan emisi adalah tugas yang kompleks, termasuk di antaranya  keharusan untuk mengintegrasikan kebijakan di tingkat nasional dan daerah. Dengan sumber  daya yang terbatas secara finansial dan teknis, pemerintah akan sangat berat untuk dapat  mencapai target pengurangan emisi nasional apabila  melakukannya sendirian.

Oleh karena itu,  dukungan dari perusahaan, investor, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil diperlukan.JIRE dibangun bersama oleh para pelaku non-pemerintah di Indonesia, untuk mendukung upaya  pemerintah dalam pencapaian target pengurangan emisi nasional. Para pelaku dan organisasi non-pemerintah yang menginisiasi inisiatif ini berasal dari kalangan pelaku usaha, LSM, ilmuwan,  akademisi, praktisi lapangan, pendidik, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.

Selain itu, termasuk juga lembaga keuangan, investasi, dan organisasi sejenis lainnya. Diharapkan melalui  jejaring ini ke depan akan terbentuk juga kerjasama dalam hal mobilisasi pendanaan, informasi,  dan penyediaan fasilitas untuk infrastruktur dan pengembangan teknologi berkelanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan rendah karbon bukan hanya program pemerintah, tetapi  akhirnya juga menjadi kebutuhan para pelaku non-pemerintah. Bersama-sama kita dapat  mencapai target pengurangan emisi nasional kita”, kata Dicky Edwin Hindarto, mewakili Yayasan  Mitra Hijau (YMH), pendiri JIRE.

Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia  menyatakan bahwa, ”JIRE akan menjadi mitra nasional yang baik bagi pemerintah Indonesia  untuk mengimplementasikan Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon dalam Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang akan datang. Pemerintah Indonesia akan  membutuhkan dukungan semacam ini untuk mencapai target pengurangan emisi nasional secara  bersama-sama”.

Sementara Prof Rachmat Witolear menggarisbawahi bahwa, “Aksi dunia untuk perubahan iklim  masih sangat jauh di di bawah target kita untuk menyelamatkan manusia dan makhluk hidup lain  dari bencana akibat perubahan iklim. Kita sebenarnya ada di situasi darurat dan semua pihak  harusnya merasa terdesak untuk meningkatkan ambisi aksi perubahan iklim. Pihak non-
pemerintah memegang kunci untuk percepatan peningkatan aksi tersebut. Kerja sama antar  pihak sangat diperlukan agar kita tidak hanya bertahan hidup dari dampak perubahan iklim, tapi  bisa menggunakan kesempatan ini untuk membangun masa depan yang menarik dan  berkelanjutan”. 

Adapun yang adir dalam Launching ini  mantan Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Ms. Christiana Figueres, bersama  dengan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Ketua Bappenas Prof Bambang  Brodjonegoro, dan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Prof Rachmat Witoelar.

“Kerja sama lintas dan antar sektor merupakan hal mendasar untuk pencapaian target  Kesepakatan Paris dan merupakan hal mendasar pula bagi kelanjutan implementasinya  kemudian. Inisiatif multi-pemangku kepentingan baru ini adalah untuk kolaborasi yang lebih kuat  dalam membantu memastikan bahwa Indonesia adalah pemain utama dalam mewujudkan capaian udara dan energi bersih dalam waktu dekat”, tambah Christiana Figueres yang juga Pemrakarsa  (Convenor) Mission 2020 dan Sekretaris Eksekutif UNFCCC (United Nations Framework  Convention on Climate Change), lembaga PBB yang mengurusi masalah perubahan iklim.

Suaraterkini.com -


Berita Terkait

Modena Hadirkan Pemanas Air Berbalut Desain Mewah

24 Jul 2019, 11:37

PT Modena Indonesia hadirkan inovasi terbarunya yaitu pemanas air berkapasitas dua puluh liter, bernama Water Heater Modena Snella ES 20SR. Keistimewaan water heater yang telah diluncurkan sejak awal ...