Untitled Document

Indonesia Mampu Tangani Kanker dengan Pendekatan Pengobatan Multidisiplin PERISTIWA

Indonesia Mampu Tangani Kanker dengan Pendekatan Pengobatan Multidisiplin


Suaraterkini.com - Kanker adalah penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Lebih dari 9,6 juta orang di dunia terkena kanker setiap tahunnya dan ironisnya 70% kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang. Data WHO (Globocan 2018) menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 348.809 kasus kanker baru, dan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210. 

Union for International Cancer Control (UICC), telah mencanangkan sejak 4 Februari, setiap tahunnya sebagai Hari Kanker Sedunia , dan untuk tiga tahun kedepan 2019-2021 bertema: “I am and I will“. Tahun 2019 adalah saatnya, dan diharapkan berlangsung lama sesudahnya, bergaung, menginspirasi perubahan serta mampu memobilisasi publik dalam membangun kewaspadaan global dalam menghadapi penyakit yang mematikan ini. Oleh sebab itulah, kanker harus menjadi salah satu prioritas pembiayaan kesehatan, termasuk untuk memastikan tersedianya akses terhadap pengobatan kanker dalam program JKN.

Dalam upaya memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kanker dan penanganannya di Indonesia, Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang DKI Jakarta bersama dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN), Yayasan Kanker Indonesia(YKI), RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo, dan RS Kanker Dharmais hari ini menyelenggarakan acara Diskusi Media bertempat di RS. Cipto Mangunkusumo. Pesan penting yang disampaikan dalam diskusi tersebut adalah masyarakat perlu memahami bahwa tatalaksana pengobatan kanker sejak stadium awal  hingga akhir, yang modern dan terpadu pun bisa dilakukan di Indonesia. 



Berita Terkait