Untitled Document

Anak Milenial Jakarta Deklarasikan Anti Ekstrimisme dan Radikalisme PERISTIWA

Anak Milenial Jakarta Deklarasikan Anti Ekstrimisme dan Radikalisme


Suaraterkini.com - Berdasarkan survei Keberagamaan yang dilaksanakan PPIM pada 2017 menemukan bahwa, 37,71% responden memaknai Jihad sebagai perang. Bahkan, sepertiga responden berpendapat jika orang murtad itu harus dibunuh dan 33,34% responden merasa bahwa tindakan intoleran kepada Mereka yang berbeda keyakinan tidak masalah.

Melihat data yang mengejutkan ini Convey Indonesia berinisiatif mengadakan berbagai kegiatan untuk mengampanyekan secara masif pesan perdamaian dan toleransi antar sesama tanpa memandang perbedaan yang ada. Salah-satu kegiatan tersebut adalah Convey Festival #MeyakiniMenghargai dengan salah satu rangkaian roadshownya menyambangi area-area Car Free Day (CFD) di beberapa kota.

Kali ini deklarasi Convey Festival #MeyakiniMenghargai digelar diarea CFD Jl. Sudirman, Jakarta, Minggu (6/1/19). Deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Convey Festival #MeyakiniMenghargai, yang sebelumnya telah sukses terlaksana pula di Yogyakarta dan Makassar, 9 dan 16 Desember 2018.

“Sudah banyak riset dan survei yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat intoleransi dan radikalisme di berbagai kalangan masyarakat, terutama kalangan muda. Jadi sudah bukan sebatas guliran isu saja. 

Berita ini perlu ditindaknyata. Sebagian kita masih menilai biasa-biasa saja sekedar penyebaran ujaran kebencian dan eksklusivisme, tanpa kita tahu dampak setelahnya pada orang yang kita hakimi berbeda dan menjadikan kita berani melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka, tanpa kita tahu pula bahwa dampaknya lebih besar yakni meruntuhkan keharmonisan bangsa yang lahir di atas keberagaman” ujar Project Officer Convey Festival #MeyakiniMenghargai, Hani Samantha.

Roadshow Festival #MeyakiniMenghargai di Jakarta kali ini diisi dengan serangkaian kegiatan khas generasi muda. Dimulai dengan Zumba dance, Fun Walk, Deklarasi “Indonesia Millennial Movement tentang Perdamaian dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”, permainan tradisional berhadiah, orasi perdamaian, donasi buku, face painting, hingga pohon harapan berisi pesan perdamaian.

Convey Indonesia sendiri merupakan program yang diselenggarakan oleh PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) UIN Jakarta dan UNDP (United Nations Development Program) bekerjasama dengan beragam komunitas dan organisasi penggerak perdamaian yang bertujuan mencegah ekstremisme kekerasan di Indonesia melalui serangkaian riset-survei, advokasi kebijakan dan interaksi publik yang berbasis pada potensi pendidikan agama. Program Convey Indonesia menyentuh isu-isu toleransi, kebhinekaan dan nir-kekerasan di kalangan generasi muda.
 



Berita Terkait