Untitled Document

Universitas Nasional Bantu Korban Bencana Alam PERISTIWA

Universitas Nasional Bantu Korban Bencana Alam


Suaraterkini.com - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nasional (UNAS), menyalurkan berbagai bantuan kepada para korban bencana tsunami di wilayah Pandeglang, Banten. 

Bantuan yang diberikan diantaranya tenda peleton, selimut, pakaian, logistik kebutuhan dapur umum, susu balita, susu ibu hamil, obat, pampers, hingga perlengkapan personal hygienis,’’  ungkap Dekan FIKES Dr. Retno Widowati, M.Si, seusai menyerahkan langsung bantuan kepada koordinator posko bencana di Kantor Dinas Kesehatan Banten, (29/12).

Bantuan disebar ke enam titik posko bantuan dan pengungsian oleh tim FIKES yaitu Posko Pendopo Bupati - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Pandeglang, Posko Kecamatan Saketi, Posko Penampungan Tarogong, Posko Puskesmas Labuan, Posko Desa Banyumekar, dan Posko pengungsian di Kantor Kecamatan Jiput. 

Selain itu, tim FIKES juga mengirimkan 15 mahasiswa sebagai relawan yang tersebar di posko penampungan korban tsunami dan bergabung dengan tenaga medis dari intansi kesehatan maupun relawan lainnya. 

Kepedulian UNAS juga ditunjukkan dengan melakukan program trauma healing kepada seluruh korban bencana di daerah Palu, Lombok dan sekitarnya pada awal Desember 2018 lalu. Program ini bertujuan membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak Siswa Sekolah Dasar di beberapa kabupaten di Lombok Utara dan Lombok Barat, Palu dan Donggala.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNAS, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. mengatakan, tim relawan UNAS juga membangun spiritual dan mental para korban dengan memberikan motivasi dan hiburan serta kegiatan bermain lainnya.

“Dalam kegiatan ini kami melibatkan beberapa profesi, seperti pendongeng, pesulap, tim psikologi, dan disini kami UNAS yang mengarahkan. Jadi kami juga memberikan hiburan-hiburan positif yang setidaknya membuat anak-anak disana senang, sehingga mereka mau dan tidak takut untuk sekolah lagi.  Selain itu, mereka bisa paham masih banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa dilakukan sehabis tragedi bencana,” katanya yang juga turut dalam kegiatan ini bersama Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
 



Berita Terkait

UAI Resmi Buka Program Studi Gizi dan Teknoogi Pangan

17 Jan 2019, 15:25

Pertumbuhan penduduk harus di imbangi dengan ketahanan pangan, Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah namun sumberdaya manusia yang mumpuni dalam bidang gizi dan pangan masih sangat ...