Untitled Document

Unilever Ajak Masyarakat Waspadai Emotional Eating  PERISTIWA

Unilever Ajak Masyarakat Waspadai Emotional Eating 


Suaraterkini.com - Menurut survey yang dilakukan oleh Zipjet pada 2017, Jakarta berada di peringkat 18 teratas kota paling stres dengan total skor 7,84. Maka dari itu tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat memicu emotional eating.

Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia, Tbk Maria Dewantini Dwianto menjelaskan, “Unilever Indonesia memahami adanya fenomena emotional eating. Sebagai bagian dari komitmen kami untuk membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, kami mengambil tema Emotional Eating, Waspadai Asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) kali ini.”

Tara de Thouars, BA, M.Psi, psikolog yang kerap menangani kasus emotional eating, mengungkapkan, “faktor psikologis dan fisiologis mempengaruhi apa yang kita konsumsi dan menentukan hubungan yang dimiliki antara makanan dan emosi. Kita membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, tetapi ada makanan tertentu yang kita konsumsi dalam kondisi spesifik. Dalam kondisi ini, seseorang biasanya menginginkan makanan berkalori tinggi dengan nilai gizi yang minim. Jenis makanan yang biasanya dikonsumsi biasa disebut comfort food, seperti es krim, kue, coklat, kentang goreng atau pizza.”

Vera Yudhi H. Napitupulu, STP Manager Program Klinik LightHOUSE menambahkan, “ketika kita makan dalam kondisi yang sebenarnya sedang tidak lapar, tubuh kita sebenarnya sedang tidak membutuhkan kalori. Bila kondisi ini terus berulang, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dapat menyebabkan obesitas.”



Berita Terkait

Universitas Nasional Bantu Korban Bencana Alam

07 Jan 2019, 11:21

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nasional (UNAS), menyalurkan berbagai bantuan kepada para korban bencana tsunami di wilayah ...