Untitled Document

Pentingnya Menjaga Ukuwah Islamiyah Dalam Eksistensi NKRI PERISTIWA

Pentingnya Menjaga Ukuwah Islamiyah Dalam Eksistensi NKRI


Suaraterkini.com - Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya memberikan suri tauladan sekaligus inspirasi umat Islam untuk memelihara eksitensi NKRI. Hal tersebut di ungkapkan Kakanwil PMK Kota Lampung Zainudin M.I.P di Gedung MCC Universitas Malahayati Bandar Lampung kemarin.

“Pada Peringatan maulid Nabi ini, Pemuda dan mahasiswa perlu menyamakan pandangan dan gerak langkah dalam menghadapi masa depan terutama di tahun politik saat ini. Berbagai informasi tertebaran di media sosial yang isinya positif dan negatif. Untuk itu perlu tabayun dalam memcermati dinamikanya, agar tidak terjadi benturan antar anak bangsa yang berakibat konflik” jelasnya.

Dengan tema Diskusi Publik "Kita Jaga Ukuwah Islamiyah dan Mendukung Program Pemerintah Berkelanjutan". Zainudin mengajak generasi muda tidak asal kritik yang tidak berargumen terhadap kebijakan pemerintah, yang dapat memecah persatuan dan kesatuan umat. Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah berupaya membangun Provinsi Lampung. Infrastruktur yang dibangun ditujukan untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi, guna mensejahterakan masyarakat Lampung.

Berbagai informasi hoaks menjelang Pilpres 2019 meningkat. Implikasi berita hoaks membuat gelisah masyarakat, sehingga mengganggu stabilitas nasional. Kendali Pemeritahan tidak boleh terhenti walaupun hanya sedetik, tambah Zainudin. 

Semenara itu akademisi UIN Lampung Yudi Yusnandi menyampaikan bahwa dinamika politik nasional dari masa ke masa telah dilalui bangsa Indonesia. Namun demikian NKRI tetap tegak berdiri karena pemerintahannya berkomitmen untuk tetap menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Banyak pihak memgakui bahwa  Pemerintahan Joko Widodo sudah berbuat banyak untuk kemajuan NKRI. Namun tidak berbanding lurus dengan elektabilitas dalam Pilpres 2019. Hal ini disebabkan berbagai faktor dan kuatnya pemberitaan di media sosial.

“Islam harus mewarnai dinamika politik nasional. Masyrakat saat ini kurang peduli dengan  track record kandidat caleg maupun capres, hal ini terjadi krn pengaruh framing media massa. Program edukasi kpd masyarakat belum berhasil, terutama menggunakan hak pilihnya dengan baik. Money politik masih banyak diterjadi dan kompromi politik pada Pemilu” tutur Yudi.

Hal senada dikatakan perwakilan Kemenag Drs. Sulaiman Badran, menurutnya suri tauladan Rasulluloh Muhammad menjadi inspirasi para pimpinan nasional dalam membangun NKRI. 

Oleh karena itu, Sulaiman berharap pemuda yang hadir disini harus semangat dalam berkarya memajukan bangsa dan negara Indonesia. Ketua Umum PMII dan HMI duduk berdampingan, sehingga sungguh membangggakan,pungkasnya.



Berita Terkait