Untitled Document

Pencarian Model IMS Dan LTI 2018 Digelar di 37 Kota Seluruh Indonesia PERISTIWA

Pencarian Model IMS Dan LTI 2018 Digelar di 37 Kota Seluruh Indonesia


Suaraterkini.com - Ajang pencarian bakat serta model, Indonesia Model Search (IMS) dan Liga Talent Indonesia (LTI) kembali digelar di Jakarta mulai tanggal 23 hingga 25 November 2018. Digelarnya kembali event yang sudah dimulai dari tahun 1980-an tersebut ditandai dengan diresmikanya pembukaan yang dilaksanakan di El-Royale Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Ketua Umum IMS, Jerry Lawalata mengatakan, event yang dahulunya bernama Top Model Indonesia ini diikuti sebanyak 150 peserta dari 37 kota di seluruh Indonesia dengan harapan dapat menemukan bakat bakat dan talenta baru dari anak anak seluruh nusantara.
"Acara ini kita mulai dari 10 kota audisi, kami mulai dengan apa adanaya tidak ada jual beli piala dan kita ingin kemurnian sebuah lomba. Kita berjalan terus hingga kini menjadi 37 kota audisi. Dan benar benar dari 37 kota di indonesia anak anak yg datang ini adalah benar-benar anak yang punya talenta dan sudah bersaing diatas panggung," kata Jerry (22/11).

Jerry menjelaskan, event yang memasuki tahun kelima yang digelarnya ini turut menghdirkan pula Liga Talent Indonesia, dimana ia melihat bahwa peserta yang mengikuti IMS tidak hanya memiliki bakat sebagai model saja melainkan musik, vocal, akting, band dan lain sebagainya.

"IMS ini merupakan gelaran di tahun kelima saya, dan tahun ini kita ada Liga Talent Indonesia, karena di tahun tahun sebelumnya kita bikin malam bakat, ternyata di malam bakat semua peserta ini punya kemampuan musik, vokal maka dari itu saya buat IMS Band dan terbukti sudah dibikin dua single yang sekarng sedang masuk di kancah musik Indonesia," ungkap Jerry.

Sementara, lanjut Jerry, untuk hadiah pada gelaran tahun ini adalah perhiasan dari Lost Jewelry senilai Rp15 juta hingga Rp30 juta untuk pemenang utamanya.

"Selain itu pada bulan Mei 2019 kami ada program ke Belanda bersama Kementerian KUKM  dan Desainer Samuel Watimena, pemenang kita akan disana untuk melakukan show. Ada juga pemotretan di Philipina dan kebetulan saya pegang Asia pusat untuk Indonesia, saya bawa juga UMKM kita kesana," kata Jerry.

Sementara untuk grand final nantinya, Jerry menyebutkan bahwa tidak ada kegiatan penjurian khusus. Menurutnya, penilaian yang plaing utama adalah saat peserta berada dikarantina.

" Untuk Grand Finalnya sendiri sebetulnya hanya have fun, bukan lagi penilaian yang besar.  Yang utama adalah saat di karantina, ada wawasan yang akan kita tanyakan, cara pandang mereka yang akan kita gali," ujarnya.

Jerry berharap, dengan adanya penyelenggaraan IMS pada tahun ini dapat menyadi fasilitator dna menemukan talenta talenta baru yang mempunyai mental juara.

"Harapan saya dengna penyelenggraan ini, ingin mempunyai anak Indonesia yang mempunyai mental juara dan bukan jadi juara karena uang, kita akan perhatikan satu persatu," pungkasnya.
 



Berita Terkait

Penyerapan Dana Desa Lemah, Ini Usulan Guru Besar UP

19 Jul 2019, 20:11

Dana desa yang tengah digelontorkan pemerintah, idealnya membuat desa lebih maju, meningkat ekonominya dan kehidupannya, namun penyerapannya belum maksimal bahkan di Pulau Jawa 45 persen belum ...