Untitled Document

Ini Cara Sharp Kampanyekan Bebas Plastik PERISTIWA

Ini Cara Sharp Kampanyekan Bebas Plastik
Ket Foto : Karyawan Sharp membagikan tas canvas untuk mendeukasi pengurangan penggunaan tas plastik.


Suaraterkini.com - Dalam helatan tahunan Jakarta Marathon yang digelar pada akhir Oktober 2018 lalu, menjadi kesempatan emas bagi SHARP Indonesia untuk menyerukan kampanye bebas plastik dengan cara mudah. Pada Jakarta Electric Marathon 2018 tahun ini, PT SHARP Electronics Indonesia membagikan 1.000 unit sedotan dan tas ramah lingkungan menjadi souvenir bermanfaat yang dapat dibawa pulang oleh peserta lari yang mampir di booth milik SHARP.

PR & Brand Communications Manager PT SHARP Electronics Indonesia, Pandu Setio menyampaikan,” momentum ini tepat sekali untuk dimanfaatkan sebagai wadah bagi kami untuk kampanye lingkungan. Hadirnya peserta lari dengan beragam rentang usia, justru memudahkan kami untuk mengajak mereka berhenti menggunakan plastik. 

Tidak perlu dengan cara yang ekstrem, tapi bisa dilakukan bertahap seperti dengan mengganti sedotan plastik ataupun dengan membawa tas belanja sendiri. Semoga bekal kecil kami ini, bisa terus dibawa dan diterapkan dalam keseharian mereka,” harapnya.

Selain itu, SHARP Indonesia juga memfasilitasi kebutuhan para peserta lari, seperti pijat gratis dan juga asupan jus segar yang diolah langsung dengan menggunakan produk Slow Juicer dari SHARP. Kedua fasilitas ini dipadukan untuk menarik peserta lari dan sekaligus menjadi ajang untuk SHARP Indonesia menyisipkan sedikit isu lingkungan di dalamnya. 

Program cinta lingkungan yang berfokus pada pengurangan sampah plastik tidak hanya digaungkan di Jakarta. Selama ini, SHARP Indonesia melalui komunitas generasi muda SHARP Greenerator telah aktif melakukan kampanye ‘Bombastik (Bogor Menuju Bebas Sampah Plastik)’ di sekitar Bogor melalui kegiatan yang menyenangkan. 

“Dengan memanfaatkan berbagai saluran seperti ini, baik aktivasi maupun sosial media, kami berharap juga agar dampak positif yang dihasilkan pun akan lebih terasa. Semoga ke depannya akan ada lebih banyak masyarakat yang sadar terhadap isu ini dan plastik pun akan berkurang dengan sendirinya,” tutup Pandu.
 



Berita Terkait