Untitled Document

Peneliti : Pemburuan Harimau Dapat dihentikan PENDIDIKAN

Peneliti : Pemburuan Harimau Dapat dihentikan


Suaraterkini.com - Para penelitian menggabungkan pendekatan multidisiplin, antara ekologi spasial dan ilmuwan social dalam membantu memprediksi di mana intervensi konflik manusia-harimau bias menjadi yang paling efektif. 

'Memahami toleransi manusia adalah kunci untuk mengelola spesies berbahaya dan sangat penting bagi harimau. Ketika dikombinasikan dengan peta risiko pertemuan kami, informasi tentang toleransi orang terhadap satwa liar membantu kami mengarahkan sumber daya konservasi ketempat yang paling dibutuhkan. Ini bisa berarti penghematan biaya yang signifikan dalam hal hewan hilang atau dana yang dibelanjakan, jadi bias sangat berguna dalam konservasi," ujar Dr Struebig yang mejadi penulis pertama pada jurnal terkemuka dunia tersebut.

Penelitian ini juga menarik, karena mengungkap tentang toleransi manusia terhadap harimau terkait dengan sikap, emosi, norma, dan kepercayaan spiritual mereka.

“Riset ini menunjukkan pentingnya kolaborasi disiplin ilmu,karena menggabungkan berbagai pasangan data yang mencakup data social dan ekologi  yang menjadi pendekatan bermanfaat untuk mengurangi konflik manusia dan satwa. Pendekatan multi disiplin seperti ini, penting untuk mencegah kepunahan pada satwa yang dilindungi,” tambah Dr Fachruddin Mangunjaya, dari Universitas Nasional, salah seorang co-Author dalam publikasi tersebut.

Penelitian mengatasi konflik manusia-harimau menggunakan informasi sosio-ekologis tentang toleransi dan risiko yang mengancam harimau membuktikan pentingnya penelitian interdisipliner pada konflik dalam aktifitas konservasi. Penelitian ini menghasilkan tiga buah publikasi yang dipublikasikan di Jurnal Internasional dengan sudut pandang berbeda-beda.
 



Berita Terkait