Untitled Document

Peran Pendidikan dalam Penguatan Infrastruktur dan Suprastruktur di Era Industri 4.0 PENDIDIKAN

Peran Pendidikan dalam Penguatan Infrastruktur dan Suprastruktur  di Era Industri 4.0


Suaraterkini.com - Perubahan global saat ini memasuki apa yang disebut era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat. Teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi. melalui Seminar Nasional Engineering and Applied Science Conference 2018 (EASC 2018)

Wakil direktur I Pasasarjana Universitas Mercu Buana (UMB) Dr.Hadri Mulyana, M.SI mengatakan Seminar Nasional – Engineering and Applied Science Conference 2018 (EASC) merupakan  Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh 4 (empat) Program Studi Direktorat Pascasarjana Universitas Mercu Buana, yaitu Magister Teknik Industri, Magister Teknik Sipil, Magister Teknik Elektro dan Magister Teknik Mesin.

Dengan tema “Penguatan Infrastruktur dan Suprastruktur Industri Dalam Mendukung Daya Saing di Era Industri 4.0”, seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kondisi infrastruktur dan suprastruktur dan kondisi umum daya saing industri saat ini dalam menghadari Era Disruptif dan Industri 4.0, tambahnya di Tower UMB (11/8).

Sementara itu Presiden Institute Otomotif Indonesia Ir. I Made Dana M. Tangkas, M.Si., IPM yang juga pembicara seminar, ingin menggali pemikiran-pemikiran dan gagasan dari akademisi dan pelaku industri dari berbagai disiplin ilmu keteknikan mengenai strategi organisasi, penguatan infrasturktur dan suprastruktur dalam memperkuat daya sing di era Industri 4.0.

“Peran Akademisi, Bisnisman dan Goverment atau disingkat ABG berperan penting dalam menghadapi dan memperkuat infrastruktur dan suprastruktur dan kondisi umum daya saing industri saat ini dalam menghadari Era Disruptif dan Industri 4.0 ungkap I made yang juga Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Dengan adanya masukan dari akademisi, pelaku industri dan regulasi dari pemerintah, Imade menyakini bonus demografi Indonesia dengan jumlah usia produktinya yang banyak akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia bukan sebaliknya.
 



Berita Terkait