Untitled Document

UNAS kirim Duta Budaya dan Kerjasama ke Korea Selatan PENDIDIKAN

UNAS kirim Duta Budaya  dan Kerjasama ke Korea Selatan


Suaraterkini.com - Universitas Nasional mengirimkan duta budaya dan kerjasama yang terdiri dari unsur mahasiswa dan dosen untuk mengikuti Daegu International Youth Camp 2017. Acara yang berlangsung pada awal Juli 2017 ini diikuti oleh 91 peserta dari 15 negara, antara lain Rusia, Jepang, China, Italia, Afrika Tengah, Uzbekistan dan Indonesia. Delegasi ini selain membawa misi kebudayaan juga memiliki misi lain yaitu untuk meningkatkan kerjasama antara Universitas Nasional dengan universitas-univervsitas di Korea Selatan.

Ketua tim delegasi, Dian Metha Ariyanti mengatakan kedatangan delegasi Universitas Nasional ke Korea Selatan atas undangan pihak Catholic University of Daegu sebagai penyelenggaran kegiatan Daegu International Youth Camp (DIYC) 2017. Ini merupakan tahun ketiga acara DIYC diselenggaran oleh Catholic University of Daegu. Sedangkan kegiatan DIYC sendiri telah memasuki tahun keenam.

Kami mengirimkan tiga orang mahasiswa, dari jurusan Bahasa Korea dan Biologi untuk mengikuti kegiatan ini. Bagi mahasiswa kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan, membuka cakrawala baru dan mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kemandirian. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk membuka networking dan menjalin pertemanan dengan mahasiswa-mahasiswa asing dari seluruh dunia,’’ ungkapnya.

Selain itu, delegasi Universitas Nasional juga memiliki misi kebudayaan dan kerjasama di Korea Selatan. DIYC merupakan ajang yang bagus untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mata dunia. Selain memperkenalkan Indonesia dalam setiap interaksi dengan mahasiswa asing selama kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, mahasiswa Indonesia juga menyuguhkan tarian tradisional asal Kalimantan dalam malam keakraban dan persahabatan, yang menjadi acara pamungkas untuk menutup kegiatan DIYC 2017, pada Kamis (7/9).

Tampil dengan balutan baju tradisional Kalimantan, mahasiswa Universitas Nasional yaitu Nabela Hanyvia Bersenica, Nurul Istiqomah dan Ade Irma Yanti tampil memukau di depan puluhan peserta Summer Camp tersebut. Tarian asal Kalimantan yang juga disebut tarian burung ini turut diapresiasi oleh pihak penyelenggaran, dari Catholic University of Daegu dengan memberikan standing applause.

‘’Kami bangga bisa menampilkan kesenian tradisional Indonesia, dihadapan berbagai bangsa. Dengan program kerjasama antara Catholic University of Daegu dengan Universitas Nasional, kami jadi tambah pengalaman dan bertambah banyak teman dari seluruh dunia,’’ ujar Nabela, salah satu mahasiswa asal Universitas Nasional yang mengikuti program Daegu International Youth Camp 2017, belum lama ini.

DIYC 2017 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan seperti festival olahraga, kunjungan ke perusahaan antara lain Taegu Tec, VRC Futuristik, serta tur Medical Tourism dan merasakan Korean Experience seperti bermain alat musik tradisional, berlatih taekwondo dan belajar K-Pop Dance. Dalam kunjungan ke  perusahaan, seluruh peserta diajak untuk mengunjungi pabrik Taegu Tec yang bergerak di bidang pembuatan cutting tools atau alat potong yang banyak digunakan di berbagai industri seperti industri perkapalan, pesawat terbang, minyak dan gas bumi serta otomotif. Sedangkan kunjungan perusahaan ke VCR Futuristic memberikan pengalaman mahasiswa akan kecanggihan teknologi terkini di bidang media. Mereka pun dapat mencoba berbagai perangkat tiga dimensi dengan teknologi Augmented Reality maupun Virtual Reality.

Perkuat Kerjasama

Selain mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti DIYC, UNAS juga mengirimkan dosen yaitu Agung Iswadi dari Fakultas Teknik dan Sains untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan Fakultas Teknik di Catholic University of Daegu dan Hankuk University of Foreign Studies  Korea Selatan. Universitas Nasional sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan kedua universitas tersebut.

Kami ingin menjajaki kerjasama dengan fakultas teknik di kedua universitas korea tersebut, melihat kemungkinan-kemungkinan apakah dapat menjalankan mobility program untuk mahasiswa Teknik Universitas Nasional, agar dapat mengembangkan wawasan khususnya di Korea Selatan. Kami sudah bertemu dengan pihak fakultas teknik kedua universitas dan mendapatkan respon yang positif tentang hal ini,’’ ungkap Agung.

Kerjasama yang diharapkan dapat dilaksanakan antara lain program pertukaran mahasiswa dan dosen antara kedua fakultas. Selain itu, mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains juga diharapkan dapat meneruskan pendidikan jenjang S2 di Catholic University of Daegu dan Hankuk University of Foreign Studies. ‘’Kita bisa memulai dengan program 3+1 artinya mahasiswa Teknik kuliah 3 tahun di Universitas Nasional kemudian melajutkan 1 tahun di Korea,’’ paparnya.



Berita Terkait