Untitled Document

Kemensos Apresiasi Usulan Gelar kepada Keempat Pejuang Reformasi PENDIDIKAN

Kemensos Apresiasi Usulan Gelar kepada Keempat Pejuang Reformasi
Ket Foto : Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Hartono Laras saat diwawancara awak media, senin (28/05/2018) di acara Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi.


Suaraterkini.com - Dua puluh tahun sudah reformasi bergulir, empat mahasiswa Trisakti yang gugur diperistiwa itu, yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie, mereka adalah mahasiswa Trisakti yang tengah berjuang untuk melakukan perubahaan di pemerintahan orde baru.

Dalam memperingati peristiwa 12 Mei tahun ini yang bertepatan dengan 20 tahun reformasi, ‎Persatuan Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998, Ikatan Alumni dan Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar berbagai kegiatan, diantaranya Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Usakti sekaligus Ketua Umum Persatuan Persaudaraan Trisakti (Paperti) 12 Mei 98, Ahmad Kurniawan,” gugurnya keempat mahasiswa pejuang reformasi ini telah mampu membawa bangsa ini memasuki gerbang perubahan memasuki rumah demokrasi seperti dewasa ini. 

“Mereka yakin, pengorbanannya tidak akan sia-sia, maka itu kami Ikatan Alumni Universitas Trisakti memandang perlu adanya sebuah penghargaan negara atas jasa besar keempat mahasiswa Trisakti yang gugur tersebut,” jelasnya, Senin (28/5).

Keempat martir reformasi itu layak disematkan sebagai pahlawan nasional. "Kepergian mereka telah memberikan pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda, bahwa sebuah pengorbanan untuk negeri tidak akan pernah sia-sia," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Hartono Laras mengatakan,” akan mengkaji usulan empat korban Tragedi Trisakti menjadi pahlawan. 

"Pemberian gelar terhadap empat mahasiswa yang gugur nantinya sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada mahasiswa yang gugur kala itu," kata Hartono.

Mengenai pemberian gelar, Hartono menjelaskan,” sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda jasa dan tanda kehormatan disana diatur, bahwa usulan calon pahlawan nasional disampaikan oleh panitia yang telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah. 

Dan nantinya disampaikan kepada menteri sosial yang selanjutnya, akan dibantu Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat yang disingkat TP2GP untuk mengeceknya,” pungkas dia.
 



Berita Terkait

Usakti Perkuat Peran Humas di era 4.0

17 Apr 2019, 16:51

Revolusi Industri 4.0 telah merubah berbagai lini, untuk itu hubungan masyrakat (Humas) Universitas Trisakti terus bertransformasi dalah satunya memperkuat dan mensinergikan peran humas di kampus hal ...