Untitled Document

UAI Bersama UNHASY Tebuireng, Mengajak Umat Islam Tidak Mudah Terprovokasi Politik PENDIDIKAN

UAI Bersama UNHASY Tebuireng, Mengajak Umat Islam Tidak Mudah Terprovokasi Politik


Suaraterkini.com - Saat ini indonesia tengah menghadapi tahun politik, tahun 2018 akan menggelar pilkada serentak dan di tahun 2019 akan menggelar pemilihan kepala daerah, pusat dan pemilihanPresiden, untuk itu lembaga pendidikan dalam hal ini kampus memiliki peran penting dalam mencerdaskan dan memberikan ketenangan di tengah masyarakat, kata ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin di Ruang Auditorium Ariifn panigoro Universitas A Azhar Indonesia (UAI).

“Belajar dari Pilkada DKI kita berharap tidak ada lagi politisasi agama, yang dapat memecah belah umat, Umat islam sebagai agama mayoritas di Indonesia pasti akan menjadi pelaku atau korban politik, kita berharap kampus dapat memberikan pencerahan dan menenangkan masyarakat Indonesia” ucapnya pada acara Seminar Nasional dengan tema " Politisasi dan Legimitasi Agama"  kamis (10/5).

Seminar yang di inisiasi Pusat Kajian Pemikiran KH hasyim Asy'ari bersama Universitas Al azhar Indonesia (UAI) menghadirkan tokoh nasional seperti K.H. Ma'ruf Amin (Ketua Umum MUI), Irjen Pol. Drs. Gatot Eddy Pramono. M.Si (Kasatgas Nusantara Mabes Polri), Habib Muchsin Alatas (Ketua DPP FPI), dan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U. (Guru Besar UII).  

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Dr Agus Surono,SH., MH, pada tahun politik ini posisi kampus netral, kami berperan dengan memberikan Memberikan suatu kritik kepada pemerintah tapi dengan mencari solusi yang paling baik untuk kepentingan umum atau bangsa dan negara ini.

Menurutnya, Politisasi dan legatimiasi agama boleh asal untuk kemaslahatan umat dan negara, tidak melanggar etika moral dan aturan hukum. 

“Kami mengajak generasi milenial khususnya mahasiswa UAI supaya tidak golput dalam pesta demokrasi ini, serta mengajak masyarakat supaya cerdas dalam memilih dan tidak terprovokasi terutama politisasi agama” ucapnya

Pada waktu bersamaan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dengan Universitas KH Hasyim Asy’ari (UNHASY) melakukan penandatangan Nota kesepahaman.

Dengan seminar ini Dr Agus berharap masyarakat Indonesia terutama umat islam dapat belajar dari tokoh-tokoh islam salah satunya KH Hasyim Asy’ari, bahwa negara tidak lepas dari agama begitu juga sebaliknya, namun umat islam jangan mudah terprovokasi terutama isu sara, sehingga meskipun pilihannya berbeda namun persatuan tetap terjaga menjaga kedaulatan Indonesia, pungkasnya. 


 



Berita Terkait

UAI Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 

24 Aug 2019, 11:18

Pada tahun 2045 Indonesia genap seratus tahun kemerdekaan, di tahun yang sama Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana usia produktif lebih banyak, untuk itu perlu mempersipkan Sumber daya ...