Untitled Document

Mercu Buana Career Fair XIX, Permudah Bertemunya Pencari Kerja dan Pemberi Kerja PENDIDIKAN

Mercu Buana Career Fair XIX, Permudah Bertemunya Pencari Kerja dan Pemberi Kerja


Suaraterkini.com - Kemajuan teknologi membuat sebagian besar perusahaan mengurangi tenaga kerja “manusia”, bahkan tidak sedikit perusahaan terpaksa menutup perusahaannya, hal ini membuat jumlah pengangguran kian meningkat, untuk itu lulusan perguruan tinggi harus meningkatkan kompetensinya kata Rektor Universitas Mercu Buana (UMB), Dr Arissetyanto Nugroho, MM.

 “Untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten serta menyalurkan lulusannya memilih pekerjaan yang sesuai kemampuannya, Universitas Mercu Buana menggelar career fair secara periodik, yakni memfasilitasi job seeker dan perusahaan bertemu dalam satu tempat, sehingga menghemat waktu, biaya serta tenaga baik bagi pencari kerja maupun perusahaan,” ujar Arissetyanto pada saat sambutan pembukaan Mercu Buana Career Fair XIX di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana (UMB) Meruya, Jakarta, (6/4).

Selain faktor teknologi, meningkatknya pengangguran, lanjut Arissetyanto, lemahnya akses informasi serta para pencari kerja terlalu fokus pada jenis pekerjaan tertentu, padahal banyak perusahaan yang membutuhkan keterampilan pencari kerja untuk posisi berbeda, untuk itu Universitas Mercu Buana Career Fair menjembatani pencari kerja dengan Perusahaan.

Hal senada dikatakan Kepala Pusat UMB Career and Training Center (UMBCTC), Ir Primi Artiningrum, M.Arc, Mercu Buana Career Fair ini sebagai wadah untuk alumni UMB maupun masyarakat sebagai salah satu wujud Tridarma perguruan Tinggi.

Acara yang berlangsung dua hari (6-7 April) diikuti, 22 perusahaan serta membuka 100 lowongan pekerjaan, berbagai bidang jasa dan industri, mulai dari Starup, keuangan, bankir, marketing, IT, konsultan sampai manufaktur diharapkan mampu mendatangkan ribuan pelamar kerja, tambahnya.

"Tidak hanya perusahaan dalam negeri tapi luar negeri  ikut membuka lowongan kerja di UMB career fair ini, bahkan setiap pelamar kerja bisa konsultasi gratis terkait perusahaan yang sesuai kemampuan dan kompetensinya, yang terpenting dapat menekan tingkat pengangguran"pungkas Primi Artiningrum. 

 



Berita Terkait