Untitled Document

Universitas Pancasila Bekali Mahasiswanya Jiwa Teknopreneur PENDIDIKAN

Universitas Pancasila Bekali Mahasiswanya Jiwa Teknopreneur


Suaraterkini.com - Pernyataan presiden Indonesia Joko Widodo pada Forum Rektor Indonesia beberapa waktu lalu terkait lambannya universitas merespon perubahan, seperti adanya jurusan atau prodi kopi atau medsos ternyata telah dilaksanakan oleh beberapa universitas salah satunya Universitas Pancasila (UP).

Hal tersebut di ungkapkan Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. acara penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru sekolah Pascasarjana mahasiswa baru Universitas Pancasila, Jakarta Pusat.     

“Pada dasarnya universitas terutama universitas pancasila telah melaksanakan instruksi presiden, karena perubahan ini terus dilakukan kampus sesuai perubahan jaman yang di masukan dalam mata kuliah” jelasnya.

Perubahan jaman tidak hanya dilihat dari program studi atau jurusan yang kekinian, karena hanya berusia pendek, namun yang paling mendasar bagaimana perubahan di luar mampu di respon oleh dunia akademisi secara riset dan disiplin ilmu, tambahnya.

Untuk meningkatkan kompetensi, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Prof. Dr. Sutjipto megatakan setiap calon magister harus mempunyai TOFEL 500 dan dosen yang pengajar tidak hanya akademisi, namun praktisi bahkan dosen dari luar negeri.

Pada perkenalan kali ini, setiap mahasiswa mendapatkan informasi terkait teknopreneur, sehingga wawasan mahasiswa pascasarjara Universitas Pancasila mampu memiliki jiwa teknoprener dengan memanfaatkan teknologi, tuturnya.

Dengan demikian lanjut Prof Sujipto maka lulusan UP mampu bersaing di kancah Internasional dengan jiwa teknopereneur yang terdidik sesuai karakter keindonesiaan, pungkasnya.



Berita Terkait