Untitled Document

Universitas Al Azhar IndonesiaTekan MoU dengan Hureka Edu, Kembangkan Hybrid Learning PENDIDIKAN

Universitas Al Azhar IndonesiaTekan MoU dengan Hureka Edu, Kembangkan Hybrid Learning
Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof Asep Saefuddin (Kanan) dan Direktur HarukaEdu, Dr Gerald Ariff (Kiri) menandatangani Nota Kesepahaman terkait Hybrid Learning disaksikan Wakil Rektor UAI dan YPI Al Azhar


Suaraterkini.com - Dalam upaya mengakomodir kebutuhan masyarakat usia produktif agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi namun memiliki keterbatasan waktu dan biaya, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) pada tahun 2018 mengembangkan metode hybrid learning kata Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof Dr Asep Saefuddin, 

“Hybrid learning atau metode kombinasi sistem pembelajaran tatap muka dan daring (online) diharapkan dapat memberi kontribusi bagi masyarakat mendapat kemudahan dalam dunia pendidikan tinggi yang lebih terjangkau” tuturnya seusai penandatanganan kerjasama program hybrid learning antara UAI dan lembaga pendidikan HarukaEdu di ruang serbaguna lantai 2 UAI Jakarta, Selasa (27/2).

Wakil Rektor UAI, Agus Surono, menambahkan, pihaknya untuk sementara memberlakukan sistem pembelajaran ini pada Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Hukum. Adapun sasaran utama program hybrid learning menyasar para pekerja di kawasan Jabodetabek serta lulusan SMA sederajat yang ingin meraih jenjang sarjana S1 dengan biaya terjangkau.

“Kita berharap dengan adanya kerjasama ini, harapan masyarakat untuk meraih pendidikan tinggi dapat terwujud," tandas Agus.
Sementara itu Direktur HarukaEdu, Dr Gerald Ariff, menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan UAI dan juga sembilan kampus perguruan tinggi swasta lainnya. Adapun teknis pembelajaran daring dalam kerja sama dengan UAI dan kampus lain ini mengacu pada peraturan pemerintah yakni tidak melebihi 50%  melalui online.

Keunggulan sistem pembelajaran daring ini, kata dia, amat memudahkan bagi siapa pun bahkan bagi mereka yang sedang sakit dan berada di rumah sakit untuk tetap bisa belajar.

Ia membandingkan dengan kampus di luar negeri yang telah menerapkan metode pelajaran daring sejak tahun 2004, kita berharap pemerintah konsisten dalam membuat peraturan, sehingga arah pendidikan kedepan terukur, jelas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, ungkapnya. 



Berita Terkait