Untitled Document

UAI Resmi Buka Program Studi Gizi dan Teknoogi Pangan PENDIDIKAN

UAI Resmi Buka Program Studi Gizi dan Teknoogi Pangan


Suaraterkini.com - Pertumbuhan penduduk harus di imbangi dengan ketahanan pangan, Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah namun sumberdaya manusia yang mumpuni dalam bidang gizi dan pangan masih sangat kurang, untuk itu Universitas al Azhar Indonesia (UAI) ingin berkontribusi dalam mengasilkan SDM unggul terutama daam bidang gizi dan teknologi pangan kata Rektor UAI,  Prof Dr Ir Asep Saefudin saat launching Program Studi (Prodi) Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan di Jakarta, (17/1).

“Lahirnya program studi Gizi dan teknologi pangan karena kedua prodi ini masih sangat sedikit di Indonesia, bahkan dari ratusan kampus di Jakarta Cuma ada 13 kampus yang memiliki program studi gizi dan teknologi pangan, padahal kebutuhan akan tenaga Gizi maupun teknologi pangan sangat di perlukan karena bertambahnya jumlah penduduk” jelasnya.

Pada era Digital saat ini, Lanjut Prof Asep, kesadaran generasi milenial terutama di kota besar akan makanan bergizi meningkat hal tersebut terlihat dari bermunculannya starup terkait makanan bergizi atau hasil olahan pangan bahkan beberapa di antara produk dari luar. 

"Tingginya kesadaran akan bahan pangan yang terus meningkat, menjadi peluang bagi calon mahasiswa atau lulusan Gizi dan Teknologi pangan tidak hanya bekerja di dunia industri namun dapat membuka lapangan kerja dengan menghasilkan produk pangan yang tahan lama, memiliki nilai gizi yang tinggi dengan mengggunakan starup atau digital maka produknya pun dapat dipasarkan tidak hanya di dalam negeri tapi mancanegara" tutur Prof Asep yang juga Guru Besar Statistik.  

Sementara itu Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UAI, Hidayat Yorianta Sasaerila menyampaikan, target awal mahasiswa di kedua prodi ini masing-masing sekitar 40 orang. Nantinya diharapkan jumlah mahasiswa akan semakin banyak lagi, mengingat kebutuhan yang berkaitan dengan gizi dan pangan terus meningkat.

Izin pendirian program studi yang tertuang pada surat keputusan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 1000/KPT/I/2018 untuk  Program Studi Gizi dan 986/KPT/I/2018 untuk Program Studi Teknologi Pangan.

Program studi ini akan memulai menerima mahasiswa baru dan perkuliahan di bulan September 2019, “Kami berharap akan menghasilkan para ahli gizi khususnya dalam hal kehalalan serta memiliki jiwa enterpeneur “ pungkas Hidayat.



Berita Terkait