Untitled Document

Trisakti Dorong Mahasiswa Ciptakan Produk Inovatif dan Ramah Lingkungan PENDIDIKAN

Trisakti Dorong Mahasiswa Ciptakan Produk Inovatif dan Ramah Lingkungan


Suaraterkini.com - Pengembangan kota berbasis teknologi informasi atau Smart City di beberapa kota di Indonesia harus memiliki kearifan, hal tersebut dikatakan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti (Usakti) Dr Gamal Rudiyanto, M. Hum pada acara seminar nasional bertajuk Urbanpreneur dalam Sustainable Design di Gedung R Usakti Jakarta (17/11) lalu.

“Pembanguanan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, namun harus ramah lingkungan, dan memiliki kearifan lokal, sehingga dapat membangun masyarakat yang sehat, kreatif dan inovatif,” jelasnya.  

Seminar nasional yang diinisiasi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Usakti sebagai salah satu rangkaian Dies Natlies Universitas Trisakti ke 53 dengan menghadirkan pembicara , Pengamat perkotaan Dr Yayat Supriatna, M.SP, Drs Ahmad Adib, PhD dan Dr Agung Budi Waspada, M.Sn.

Ketua panitia seminar Silvia Tahalea, S.Sn, M.Sn mengatakan alasan membuat seminar dengan tema Urbanpreneur dalam Sustainable Design tidak lepas dari visi misi Universitas Trisakti dalam menghasikan lulusan yang memiliki jiwa wirausaha ditengah era digital saat ini. 

"Tantangan yang dihadapi desainer dan wirausahawan dalam lingkungan perkotaan adalah bagaimana bisa menghasilkan produk yang inovatif dan ramah lingkungan," ujar Silvia yang juga Dosen Prodi Photografer ini. 

Di Universitas Trisakti setiap mahasiswa memperoleh mata kuliah kewirasuahaan, sehingga mahasiswa di dorong untuk menjadi entrepreneur dengan menghasilkan produk yang inovatif dan dapat mendesain kota yang modern yang ramah lingkungan.

“Peran desain yang benar dapat mempermudah kerumitan kota akibat urbanisasi, sehingga penduduk kota merasa nyaman, aman, menghasilkan produk inovatif namun ramah lingkungan dan perekonomian meningkat,” tuturnya. 

Dengan seminar ini, Silvia berharap dapat menghasilkan wirausaha muda, ditengah peluang dan tantangan desainer semakin ketat dari dalam dan luar negeri, hanya mereka kreatif dan menangkap peluang yang akan bertahan dan sukses di era indusri 4.0 ini, tutupnya.  
 



Berita Terkait