Untitled Document

Universitas YARSI Bekali Lulusannya Dengan SKPI PENDIDIKAN

Universitas YARSI Bekali Lulusannya Dengan SKPI


Suaraterkini.com - Tantangan dunia kerja kedepan semakin ketat, untuk itu perlu mempersiapkan generasi muda yang cerdas,  unggul, kompetitif dan memiliki wawasan kebangsaan serta nilai-nlai agama yang mumpuni hal tersebut dikatakan Rektor Universitas YARSI Prof. Susi Endrini, S.Si, M.Sc.

“kebijakan rektorat adalah menyiapkan kurikulum yang di Iengkapi dengan kompetensi lulusan sarjana melalui pelatihan-pelatihan yang disesuaikan kebutuhan dunia kerja dan sesuai standar Revolusi Industri 4.0 berbasis kompetensi lulusan” jelasnya sesaat setelah prosesi wisuda tahun akademik 2018-2019, sebanyak 436 wisudawan/ti di Auditorium Ar-Rahman, Kampus YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, (27/10).

Salah satunya, saat ini lulusan YARSI sudah diberikan Surat Keterangan Pendamping Ijzah (SKPI) sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Sekarang SKPI sudah diberlakukan karena terkait standar nasional Dikti yang sebelumnya wisudawan hanya mengandalkan selembar ijazah saja.

"Sekarang wisudawan harus memiliki SKPI. Ini sebagai rilis track record wisudawan mulai ketika masuk sampai keluar dari bangku kuliah. Track record bisa akademik dan non akademik seperti ekstrakuler berupa penghargaan internasional, aktif di senat, mewakili prestasi di universitas, fakultas dan prodi Semua terecord di surat keterangan yang akan membantu wisudawan melangkah dalam pengabdian selanjutnya,"urai Rektor

Dengan adanya SKPI setiap industri akan mengetahui keahlian lulusan. Tidak sampai disitu, YARSI menjalin kerjasama dengan perusahaan dalam dan luar negeri.

Hal ini juga diamini Dekan FTI Dr Ummi Azizah Rachmawati dan Dekan FE Dr Ir Verni Yulianty Ismail, perbaikan dan penyesuaian kurikulum berbasis kompetensi untuk peningkatan kualitas akademik.

Dengan wisuda kali ini YARSI mengukuhkan lulusan sarjana dari PerguruanTinggi Islam Swasta (PTIS), dengan jumlah komunitas alumninya mencapai 9.163 orang untuk Indonesia dan diaspora di beberapa negara. Pada waktu bersamaan dilakukan soft launching Rumah Sakit YARSI yang dikelola dalam naungan satu yayasan yang sama.



Berita Terkait