Untitled Document

Ketua DPR Beri Orasi Ilmiah di Wisuda ke 46 STEI PENDIDIKAN

Ketua DPR Beri Orasi Ilmiah di Wisuda ke 46 STEI


Suaraterkini.com - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia didirikan pada tanggal 28 Oktober 1969 dengan nama Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) dibawah pembinaan Yayasan Pendidikan Akuntansi Indonesia (YPAI) kini Yayasan Pendidikan Fatahillah Jakarta (YPFJ). Pada tahun 1983 AAI berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia yang disingkat STEI.
 
STEI saat ini didukung dengan 150-an staf pengajar berkualifikasi S2 dan S3 dari perguruan tinggi negeri dan swasta dari dalam dan luar negeri ternama yang saat ini 18%nya bergelar Doktor. Jumlah dosen yang sedang mengikuti S3 sebanyak 15 orang dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai minimal 40% dosen bergelar S3 pada tahun 2020. Jumlah mahasiswa saat ini mencapai + 5.505 siswa dan alumni mencapai sekitar 23.573 orang, diharapkan STEI dapat menjadi almamater yang secara konsisten melahirkan generasi muda penerus yang berdaya saing internasional dan berkualitas pemimpin.

Dalam kesempatan Wisuda kali yang ke 46 ini, dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang di wisuda di Jakarta Convention Center.

Dalam orasi tersebut, Bambang memaparkan pentingnya akan sebuah perguruan tinggi dalam menciptakan generasi yang handal dan kompeten. Saat ini, menurutnya sebanyak 58,2% tenaga kerja kurang terampil masih bekerja di bidang lain. Perguruan tinggi harus mampu merespon peningkatan kualitas dan mutu pendidikan."Perguruan tinggi dituntut untuk kreatif agar bisa menghasilkan pendidikan yang bermutu dan memiliki kompetensi yang tinggi." Jelas Bamsoet.

Bamsoet yang merupakan alumni dari STEI juga memberikan gambaran akan tantangan dan peluang dimasa depan bagi mahasiswa yang di wisuda. Peluang dan dunia kerja masa saat itu dengan era milenial berbeda. Semua usaha bisa di lakukan dengan telepon gengam.

Dalam orasi ilmiahnya juga, Bamsoet menyoroti minimnya anggaran dalam penelitian dunia kampus. Perbedaan dengan negara lain yang cukup besar di bandingkan negara kita.

"Sebesar 0,25% anggaran penelitian yang di alokasikan negara. Berbeda dengan negara Malaysia senilai 1,25% anggarannya dan negara lain diatasnya. Alokasi yang kecil membuat peningkatan mutu pendidikan terhambat" Bandingnya.

Sementara itu, Ketua STEI Ridwan Maronrong merasa bangga atas keberhasilan alumninya. Menurutnya bibit karakteristik kepemimpinan Bamsoet sudah dapat terlihat saat jadi mahasiswa STEI.

Bamsoet sebagai mahasiswa yang rajin dan tekun setiap kali perkuliahan. Kampus yang beralamat di jalan Kayu Jati Raya, Rawamangun, Jakarta Timur sebagai kampus saat Bamsoet berkuliah.

"Saat jadi mahasiswa sudah kelihatan bibit kepemimpinannya. Beberapa organisasi kemahasiswaan di ikutinya. Beliau sangat pandai. Dulu, skripsinya saya menjadi pembimbingnya." Jelas Ridwan Maronrong.



Berita Terkait

Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Karyawan XL Berikan Donasi

20 Aug 2019, 09:53

Puluhan karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) yang tergabung dalam komunitas XL axiata employee merayakan HUT Kemerdekaan RI KE-74 dengan melakukan aksi sosial di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, ...