Untitled Document

KEHATI : Besek Mampu Mengurangi Pencemaran Limbah Plastik KEMENTERIAN

KEHATI : Besek Mampu Mengurangi Pencemaran Limbah Plastik


Suaraterkini.com - Kejadian menumpuknya sampah yang terjadi baru-baru ini di muara angke akan berdampak buruk apabila kebiasaan masyarakat megapolitan membuang sampah sembarangan, bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, produksi sampah provinsi DKI Jakarta mencapai 7.099,08 meter kubik atau meningkat dari 7.046,39 meter kubik pada tahun sebelumnya. Sampah yang menumpuk didominasi oleh styrofoam dan jenis plastik lainnya.

 Hal tersebut di ungkapkan Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), M.S. Sembiring, baru-baru ini di Jakarta.  

 Terkait problematika limbah plastik dan styrofoam di atas, Yayasan KEHATI  memperkenalkan gerakan “back to besek” pada acara Festival Bambu dan Bilah Nusantara 2018 yang diadakan oleh Kelompok Tani dan Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana pekan lalu. Pada kesempatan ini, KEHATI menjelaskan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tentang pentingnya alternatif pengganti wadah dan bungkus berbahan styrofoam dan plastik, yaitu besek.

Manajer Program Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Yayasan KEHATI Basuki Rahmad, menjelaskan, penggunaan besek sebagai bungkus makanan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat, baik yang tinggal di hulu maupun hilir daerah aliran sungai (DAS) Jakarta. Secara ekologis, masyarakat yang tinggal di hulu akan diminta menanam bambu untuk memenuhi bahan baku pembuatan besek, yang secara otomatis akan memberikan solusi banjir di Jakarta. Secara ekonomi, usaha kecil menengah masyarakat akan meningkat melalui usaha pembuatan besek. 

 

 

 



Berita Terkait