Untitled Document

Bahas Isu Nasional, Puluhan Kyai dan Habaib Berkumpul KEMENTERIAN

Bahas Isu Nasional, Puluhan Kyai dan Habaib Berkumpul


Suaraterkini.com - Forum Peduli Bangsa (FPB) mengadakan Silaturrahim bersama antar Kyai sepuh, Habaib dan cendikiawan Muslim tingkat nasional dengan agenda Sinergi Kedaulatan Bangsa. KH. Ma’ruf Amin Rois Amm PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat hadir dalam acara yang digelar di Rumah Sesepuh FPB KH. Makhfudz Syaubari di Pacet Mojokerto Jawa Timur (21/1).

Hampir 60 ulama kiai sepuh NU, Habaib dan MUI hadir hadir pada kesempatan tersebut. Diantara Ulama yang hadir ialah; KH. Bashori Alwi pengasuh PIQ Singosari, KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Solah dari Jombang; Habib Abdurrahman Assegaf Bahlega, KH Ali Akbar Marbun dari Medan; H. Ali Sam, pengusaha dari Jakarta; Habib Soleh Al-Jufri dari Solo; Sedangkan ulama lain yang terlihat hadir di antaranya KH Nurul Huda Jazuli dari Kediri; KHR. Azaim Ibrahimy dari Situbondo; KH. Jais Badri Situbondo, Habib Muhsin al-Hamid dari Palu.

Adapun para cendikewan yg kelihatan hadir ialah; Prof. Dr. Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Malang; Prof. Dr. M Bisri dari Universitas Brawijaya Malang; serta mantan Mendikbud Muhammad Nuh dan mantan ketua DPR Marzuki Alie.

Pada kesempatan tersebut, para tokoh bersepakat untuk menguatkan ummat dalam menghadapi kelompok-kelompok yang ingin merorong disintegrasi bangsa. Terlebih fokus pada soal ekonomi.

Ada yang menarik dari pembahasan tersebut. Ialah pendapat Habib Muhsin al-Hamid. Beliau berpendapat akan pentingnya ummat Islam memiliki media, yang mana media ini khusus untuk ummat Islam dengan siaran yg Islami. “kita saat ini sedang dihancurkan oleh media sekuler”, tandasnya.

Sedangkan Rais Amm NU, KH. Ma’ruf Amin menjelaskan tentang peran penting ulama membentengi ummat baik yang bersifat individu semisal menyiapkan generasi penerus para ulama’, yaitu mencetak santri-santri yg handal. Atau tanggung jawab secara bersama-sama semisal membentengi umat dari faham-faham menyesatkan yang bisa memecah belah ummat

“Tugas ulama dalam tanggung jawab bersama yaitu tanggung jawab melindungi ummat dari gerakan penyesatan dan pemurtadan. Diantara aliran yg menyesatkan adalah Liberalisme, Aliran yg menyesatkan sahabat, dan serta harakah-harakah ekstrim”. Tegas beliau.

KH. Ma’ruf amin menambahi, bahwa kemerdekaan bangsa ini adalah jasa para ulama’. “Jika tidak ada resolusi jihad syaikh hasyim Asy’ari, belum tentu terjadi kemerdekaan Indonesia”, imbuhnya.



Berita Terkait

Teh Javana Luncurkan Varian Gula Batu

21 May 2019, 22:25

Teh Javana, teh siap minum dalam kemasan botol PET 350 ml produksi Wings Food, meluncurkan varian baru minuman yang dipersembahkan bagi masyarakat Indonesia, yaitu Teh Javana Gula Batu. Teh Javana ...