Untitled Document

Pengamat : Yang Mempermasalahkan Pidato Anis Soal Pribumi Belum Move On KEMENTERIAN

Pengamat : Yang Mempermasalahkan Pidato Anis Soal Pribumi Belum Move On


Suaraterkini.com - Riuh-tinggi eskalasi politik pasca Pilkada DKI Jakarta masih belum surut, bahkan pidato politik pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut membawa polemik. Publik menyoal pilihan pidato Anies Baswedan terkait Pribumi dan Kolonial.

Analis Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah turut berpendapat, menurutnya pidato pengukuhan Anies Baswedan masih dalam koridor, terlebih janji politik Anies-Sandi semasa kampanye didominasi tema keberpihakan pada pribumi.

"Hemat saya konten pidato Anies Baswedan masih relevan dengan tema kampanyenya, kondisi ini justru mempertegas ia konsisten" terangnya.

Lebih lanjut, Doktor diplomasi politik ini menilai, pemilihan kata dalam pidato Anies menegaskan kepada siapa Anies berpihak, dan bisa jadi sebagai tanda Anies memerlukan dukungan publik atas upayanya menolak praktik kolonial.

"Kita harus melihat dari banyak sisi, terutama sisi baiknya, Anies ingin sampaikan bahwa ia bagian dari pribumi, selain itu ia memerlukan dukungan agar Jakarta tetap terjaga dari praktik kolonialis" lanjutnya.

Lebih jauh, Dedi Kurnia Syah menilai konteks pidato Anies Baswedan sesuai dengan kondisi Jakarta sebagai kota urban pluralis, untuk itu sosok dan pemikiran Anies Baswedan diperlukan.

"Tidak berlebihan bagi saya menilai pilihan diksi dan konten pidato Anies, sangat terasa bahwa Gubernur memahami keberagaman di Jakarta, bahkan konten pidato tersebut relevan dengan ruh ke-Indonesiaan" tutupnya.

Bahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai pidato anis bukan untuk mendriskiminasi, dalam siaran persnya di kantor wakil presiden di Jakarta (17/10), "pidatonya bicara kolonial, konteksnya kan sejarah dia menceritakan, jadi jangan hanya potong satu kata, dalam konteks apa dia bicara. jadi dia bicara dalam kontekes sejarah, tidak bicara diskriminatif" jelasnya.

JK berharap, Anis dan Sandi tidak terbawa isu tersebut dan lebih baik fokus untuk menata Jakarta, apalagi tahun depan Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pungkasnya.



Berita Terkait

Pegadaian Serahkan Hadiah Emas dan Paket Umroh

20 Jan 2019, 09:58

Pengundian Kemilau Emas Pegadaian (KEP) Periode Agustus-Desember 2018 Wilayah Jabodetabek dan Provinsi Banten dipusatkan di Summarecon Mal Bekasi, Sabtu (19/1/19). Pengundian ini merupakan akhir ...