Untitled Document

Tingkatkan Pengelolaan Zakat, BAZNAS Gelar Rakornas 2017 KEMENTERIAN

Tingkatkan Pengelolaan Zakat, BAZNAS Gelar Rakornas 2017


Suaraterkini.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan menggelar Rapat Koordinasi Zakat Nasional (Rakornas) 2017 selama tiga hari, Rabu-Jumat (4-6/9) di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta. “Rakornas bertujuan membangun kesamaan strategi pengelolaan zakat untuk mewujudkan visi dan misi BAZNAS, merumuskan pola sinergi dan strategi pencapaian pengumpulan dan program pendistribusian serta pendayagunaan secara nasional,” ujar Wakil Ketua BAZNAS Dr. Zainulbahar Noor, dalam konferensi pers di Kantor BAZNAS, Jakarta, (29/9). 

Kemudian, lanjut Zainul, rakornas juga mengupayakan penguatan peran dan fungsi BAZNAS provinsi dalam pengelolaan zakat nasional, serta penguatan peran BAZNAS dalam pengarusutamaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) dalam arsitektur keuangan syariah.

“Pengarusutamaan ZIS Dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) dan Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s)”. Menurut dia, rakornas juga akan membahas dan mendorong wacana zakat sebagai instrumen pengurang pajak. “Bila bisa direalisasikan, pengurangan pajak diharapkan menjadi insentif bagi muzaki. Terlebih saat ini kesadaran publik membayar pajak meningkat. Di sisi lain, umat Islam yang menjadi wajib zakat juga harus melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik,” ujar mantan Dubes RI untuk Yordania merangkap Irak ini

Untuk merealisasikan hal itu, rakornas mengundang pihak Kementerian Keuangan dan instansi terkait seperti Bappenas, OJK, dan BI, dengan pidato kunci Menteri Keuangan bertajuk "Mewujudkan Ide Sistem Penghimpunan Zakat Secara Optimal Seperti Sistem Perpajakan”. Kemudian, diperkuat keynote speech Menteri Agama dengan materi “Peran Kemenag dalam Pengarusutamaan ZIS dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia dan Pencapaian Sustainable Development Goal’s”.

Adapun pembahasan Rakornas seperti  Pengarusutamaan ZIS Dalam Arsitektur Keuangan Syariah; Key Performance Index (KPI) BAZNAS 2018-2020 dan implikasinya pada KPI BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dan LAZ; target penghimpunan dan pendayagunaan zakat 2018-2020 dan strategi pencapaiannya; serta komitmen pengentasan kemiskinan sesuai SDG’s. Sementara itu, Ketua Panitia Rakornas 2017 yang juga Sekretaris BAZNAS Drs. H. Jaja Jaelani, MM, menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 720 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas Kementerian Agama pusat, kanwil Kemenag provinsi, Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kemenko PMK, Kementerian Sosial. Selanjutnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah    Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, 34 BAZNAS provinsi, 34 perwakilan biro kesra provinsi, 514 BAZNAS kabupaten/kota, 16 lembaga amil zakat (LAZ) nasional, 9 LAZ provinsi, 21 LAZ kabupaten/kota, serta Forum Organisasi Zakat (FOZ).

“Penguatan kedudukan BAZNAS daerah dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas utama,” katanya. BAZNAS selain menjalankan peran sebagai operator, juga mengemban misi strategis untuk mengoptimalkan fungsi koordinator perzakatan nasional dengan menguatkan sumber daya manusia (SDM), penguatan teknologi informasi (TI), dan memberikan contoh atau model program pemberdayaan zakat  untuk direalisasikan di daerah. “Oleh karena itu, kerja sama dan dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS di wilayahnya sangat diperlukan. Rakornas ini diharapkan menghasilkan resolusi dan ekspektasi pencapaian terbaik kinerja BAZNAS,” katanya.



Berita Terkait