Untitled Document

BAKTI Optimis Bangun 5000 BTS di tahun 2019  KEMENTERIAN

BAKTI Optimis Bangun 5000 BTS di tahun 2019 


Suaraterkini.com - Internet merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat indonesia terutama di kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sampai 2018  baru terbangun 855 base transceiver station (BTS) karena kendala seperti jaringan listrik, akses jalan, biaya yang besar serta wilayah indonesia yang kepulauan kata Direktur Utama  Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Latif di Gedung Merdeka Jakarta baru-baru ini.

“Meskipun sampai saat ini (2018) baru terbangun 855 BTS di Indonesia,namun pada tahun 2019 BAKTI menargetkan dapat membangun 5000 BTS di area-area yang belum dimasuki oleh para operator karena faktor bisnis” jelasya.

Optimisme dapat membangun 5000 BTS, Lanjut Anang karena seluruh kepala daerah, kementrian dan masyarakat mensuport adanya jaringan internet di wilayahnya, akunya.  

Adapun tekonologi BTS yag digunakan memungkinkan penggunaan layanan transmisi satelit very small aperture terminal-internet protocol (VSAT-IP). Komponen terdiri dari tower, transmisi, catu daya menggunakan solar panel.

Anang menuturkan, pengadaan BTS Bakti menerapkan dua jenis model kerjasama. Pertama, kerjasama dengan Pemerintah Daerah. Kementerian/Lembaga, maupun instansi untuk kemudian ditindak lanjuti oleh Bakti. “Kedua, berasal dari program Komino yang seluruh proses finalisasi dilakukan Bakti,”. 

Adapun sinyal layanan BTS Bakti sebagian besar adalah 2G. Namun di 2019, statusnya akan dinaikkan secara bertahap menjadi 4G, tambahnya.



Berita Terkait