Untitled Document

Metode PELD Minim Efek Samping dan Waktu Singkat EKONOMI & BISNIS

Metode PELD Minim Efek Samping dan Waktu Singkat


Suaraterkini.com - Berdasarkan data sekitar 60-80% masyarakat di dunia pernah mengalami nyeri pinggang bagian bawah atau disebut saraf terjepit. Dalam istilah medis dikenal dengan sebutan Hernia Nucleus Pulposus (HNP), probabilitas tertinggi dialami pada umur 40-50 tahun. 

Akan tetapi, bisa juga dijumpai pada remaja atau dewasa muda, berkaitan dengan cedera atau karena salah menggerkan pinggang.

Pada kasus saraf terjepit ringan, HNP bisa diatasi cukup dengan obat atau berolah raga seperti berenang atau yoga yang memfokuskan pada area tulang belakang. Apabila disebabkan oleh kesalahan postur, maka memperbaiki cara berdiri maupun duduk bisa meminimalisir rasa nyeri.

Namun pada taraf nyeri yang tak dapat diatasi dengan cara tersebut, maka jalan operasi adalah pilihan yang bisa dilakukan pasien agar dapat menjalani aktivitas secara normal.

Dari berbagai teknik operasi yang ada, dr. Harmantya Mahadhipta, SpOT (K-Spine) dari RS Premier Bintaro merekomendasikan metode Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) yang minim efek samping dan berlangsung singkat.

"Sayatan yang dibentuk juga sangat kecil hanya sekitar 8 mm, dengan bius lokal. Sehingga pasien bisa tetap sadar selama proses operasi dengan perdarahan yang minimal," ujar dr Harmantya pada temu media di Jakarta.

Metode ini bukan barang baru diluar negeri, namun di Indonesia metode ini baru diperkenalkan dibeberpa rumah sakit, termasuk RS Premier Bintaro,” terangnya.

Dengan sayatan atau bahkan tanpa sayatan, skala waktu recovery akan menjadi  lebih cepat. Logikanya, dengan sayatan yang minim rasa sakit akan lebih ringan. Dengan begitu pemulihan akan lebih cepat. Waktu stay dirumah sakit juga lebih singkat, dampak biaya yang dikeluarkan pun akan lebih murah,” paparnya.

Meski demikian, soal harga, tak dipungkiri masih menjadi alasan banyak masyarakat yang enggan mengatasi kondisi saraf kejepit melalui tindakan medis. Sebagian memilih menanggulangi rasa nyeri dengan pijat tradisional, meski tidak menangani penyebab dari saraf kejepit.



Berita Terkait

SHARP Mobile Learning Station Singgahi Kota Jember

15 Jan 2019, 11:14

SHARP Mobile Learning Station (SMLS) hadir di Kota Jember dan menjadi kota pertama di tahun 2019 yang menjadi target penyebaran materi mengenai lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. ...