Untitled Document

StandChart BI Dorong Masyarakat Melek Keuangan EKONOMI & BISNIS

StandChart BI Dorong Masyarakat  Melek Keuangan
Foto ; Istimewa


Suaraterkini.com - Melalui program Literasi Keuangan dan Program GOAL, Standard Chartered Bank Indonesia (StandChart BI) mengajak masyarakat untuk lebih memahami bagaimana menyusun keuangan secara baik dan benar. 

Sejatinya, masyarakat di tanah air mungkin saja mengetahui ilmu keuangan, namun pengetahuan yang mereka miliki belum membawa mereka dalam penyusunan keuangan secara baik dan benar, ini terbukti dari temuan-temuan StandChart BI dalam dialog dengan masyarakat di Rusunawa Jatinegara Kaum, baru-baru ini.

Head of Corporate Affairs StandChart BI Dody Rochadi, mengungkapkan salah satu pilar utama StandChart BI adalah keberlanjutan dan percaya pendidikan keuangan adalah salah satu faktor utama mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Target sasaran kami fokuskan pada perempuan karena survey menunjukkan kesetaraan gender merupakan hal penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Berbagai materi pendidikan yang paling sederhana seperti meningkatkan pemahaman antara keinginan dan kebutuhan serta mendorong peserta untuk membiasakan melakukan pencatatan atas segala transaksi keuangan, diberikan kepada para peserta,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dody, menyampaikan kontribusi  StandChart BI melalui program ini sebagai dukungan terhadap program pemerintah mengenai financial education. Sebagai lembaga keuangan StandChart BI wajib untuk mendukung program pemerintah.

“Ini merupakan komitmen kami karena tujuan program ini, juga dilakukan di 20 negara lain di seluruh dunia. Artinya kami punya komitmen untuk memberikan perubahan kepada masyarakat dimana negara StandChart BI beroperasi. Ada 20 negara yang sedang dilakukan edukasi, dimana negara yang mulai berkembang hingga berkembang dan bukan dari negara-negara yang maju. Karena memang program ini untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya di sela-sela diskusi.

Dalam diskusi dengan masyarakat Rusunawa, masyarakat antusias dalam mengikuti edukasi dan hal tersebut menjadi catatan StandChart BI ke depan.

“Target jangka pendek kita yakni 10 sekolah dan 2 rusunawa. Tetapi ada masukkan dari masyarakat jangan hanya sekali ini saja dan ini menjadi catatan buat kita. Artinya, kedepan mungkin kita akan mulai dengan yang kecil terlebih dahulu ketimbang kita melakukan langsung dengan skala besar tetapi dari sisi kualitasnya kurang bagus,” ujarnya.

Mengutip data dari Otorita Jasa Keuangan (OJK), Dody, mengatakan masih ada 29% masyarakat di tanah air yang belum memahami dunia perbankan.

“Paling sering masyarakat adalah mereka tidak mau ke Bank untuk menabung. Cara-cara menyimpan uang di bawah bantal, di bambu masih terjadi di masyarakat. Jangankan itu, sampai menggunakan banking mobil, mereka tidak kepikiran karena takut data-data mereka dicuri. 

Mereka butuh diberikan pemahaman, karenaawareness mereka masih kurang,namun perlu diberikan pemahaman kemudahan-kemudahan yang nantinya mereka dapatkan dari menabung. Ini bukan hanya tugas pemerintah namun tugas seluruh masyarakat tanah air untuk bisa memberikan pemahaman pengelolaan keuangan dengan baik dan benar,” pungkasnya.(AMN/IR) 
 



Berita Terkait