Untitled Document

SO TANGO, Buat Pelajar `Enaknya Gak Hoax` EKONOMI & BISNIS

SO TANGO, Buat Pelajar `Enaknya Gak Hoax`


Suaraterkini.com - Pertumbuhan internet yang pesat tidak semua memberi manfaat positif, ada juga dampak negatifnya seperti maraknya penyebaran informasi palsu atau yang lebih dikenal sebagai informasi hoax. Kepedulian terhadap hal inilah yang mendasari SO TANGO, produk makanan ringan baru keluaran OT Group untuk menjalankan kampanye edukasi  "Enaknya Gak Hoax" kepada generasi muda Indonesia, khususnya para pelajar.

"Informasi-informasi hoax dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, memicu sikap permusuhan, yang berujung pada adu domba dan memecah belah masyarakat", jelas Alois Wisnuhardana, Head of Social Media Management Center, dari Kantor Staf Presiden Republik Indonesia saat peluncuran kampanye SO TANGO "Enaknya Gak Hoax", baru-baru ini di SMKN 19, Jakarta.

Menurut Kementrian Kominfo, di akhir tahun 2016 ada 800.000 situs yang terindikasi menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Juga hasil survei We Are Social di tahun 2017 menunjukkan 18% pengguna media sosial berusia 13-17 tahun.Usia tersebut merupakan usia pelajar yang rentan dalam menyebarkan informasi hoax. "Jadi SO TANGO merasa perlu mendukung pemerintah mengatasi persoalan hoax dengan membantu memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang penggunaan media sosial secara positif dan bertanggung jawab sehingga penyebaran hoax dapat diminimalisir,"  ungkap Harianus I Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group. Kampanye ini rencananya berlanjut di ratusan sekolah di sejumlah wilayah Indonesia seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Palembang dan Medan dengan target menjangkau minimal 100.000 pelajar.



Berita Terkait