Untitled Document

Menkominfo : Tarif Data harus Stabil dan Terjangkau bagi Pelanggan EKONOMI & BISNIS

Menkominfo : Tarif Data harus Stabil dan Terjangkau bagi Pelanggan


Suaraterkini.com - Dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, pasar Indonesia sangat membutuhkan komunikasi yang terjangkau (affordable) termasuk komunikasi data yang diperkirakan akan menjadi tulang punggung perekonomian digital di masa datang.

Menurut Menkominfo Rudiantara, keterjangkauan itu tidak hanya keberadaan layanan tetapi juga tawaran layanan dengan harga yang terjangkau. Meski tak terjangkau, kualitas layanan (quality of services) tak harus dikorbankan. 

Dari sisi penyelenggara jasa seluler, keuntungan bisnis memang menjadi orientasi. Tetapi karena iklim bisnis yang sangat kompetitif, operator harus selalu melihat bagaimana kondisi persaingan di lapangan. Khusus layanan data, operator yang pendapatannya bergeser dari suara dan SMS ke data harus merumuskan tarif data yang mestinya harus terjangkau oleh seluruh masyarakat,”ungkap dalam seminar Mencari Format Tarif Mobile Data Ideal, di XXI Club, Theater Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Tentu tidak diharamkan melakukan promo-promo untuk menarik pelanggan tetapi kembali lagi kepentingan konsumen harus dikedepankan. Mereka berhak memperoleh layanan dengan tarif data terjangkau dan kualitas yang baik,’’ jelasnya.

Rudiantara menegaskan, yang paling dibutuhkan pelanggan seluler saat ini adalah layanan data yang stabil dan terjangkau. Dalam kacamata regulasi, pemerintah tidak ikut dalam penentuan tarif layanan data. Tapi, pemerintah harus mampu memberi ekosistem bisnis yang terbaik agar tarif layanan data dapat terjangkau bagi masyarakat.

Adapun saat ini perubahan aturan menteri menjadi salah satu solusi yang mencuat. Hal tersebut agar keduanya dapat berjalan beriringan antara pertumbuhan industri telekomunikasi dan kepentingan konsumen.

Diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna seluler terbesar di dunia. Bahkan, studi dari GSM Intelligence (Oktober 2016) memprediksi hingga 2020 nanti akan terdapat lebih dari 241 juta mobile subscriber riil di Indonesia.

Sedangkan menurut Ketua YLKI, Tulus Abadi, dari kacamata pengguna, layanan data sebaiknya tidak membuat pengguna dalam posisi memilih sesuatu yang pahit karena tak ada layanan lain yang tersedia. Kalau penyelenggara jasa seluler masih menggunakan mindset seperti ini, cepat atau lambat akan terlibas dari persaingan. 

Contoh paling nyata adalah bagaimana “memaksa” konsumen untuk merasakan bundling dengan konten-konten tertentu yang nyatanya konten tersebut tidak sesuai dengan keinginan penggunanya. Pengguna terkesan hanya menjadi obyek jualan semata tanpa mengindahkan bahwa tak semua orang suka dengan konten yang dibundling dalam paket jualan data.

Sedangkan menurut komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia BRTI, Ketut Prihadi,  dari sisi ekosistem bisnis semua harus diuntungkan atau win-win solution. Penyelenggara jasa seluler harus mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile data agar layanan data tetap berlangsung.

Di sisi lain, penyelenggara jasa seluler juga harus melakukan efisiensi agar harga jual data ke konsumen dapat memenuhi keterjangkauan konsumen. Ketika ekosistem itu berjalan dengan baik, tentu masyarakat banyak akan diuntungkan karena mereka akan memperoleh layanan mobile data dengan kecepatan maksimal dan harga terjangkau.

Untuk itu, lanjut Ketut BRTI sedang menyusun revisi/pengganti dari PM 9/2008, di mana tarif untuk layanan data akan diatur menggunakan formula.

Adapun materi poko yang akan diatur dalam RPM adalah sebagi berikut :  

(1)  Komponen biaya elemen jaringan (network element cost) merupakan biaya penggunaan jasa penggunaan akses internet.

(2)  Biaya penggunaan layanan akses internet berupa biaya yang dibebankan oleh Penyelenggara kepada Pengguna untuk setiap penggunaan layanan akses internet.

(3)  Biaya penggunaan akses internet sudah termasuk biaya elemen jaringan sewa bandwidth internasional.

(4)  Komponen biaya aktivitas layanan retail merupakan biaya aktivasi dan/atau biaya berlangganan.

(5)  Komponen Profit margin merupakan tingkat keuntungan yang ditetapkan oleh Penyelenggara.



Berita Terkait

Trafik Layanan Data XL di Jawa Tengah Naik 75%

08 Nov 2018, 13:40

Peningkatan trafik terjadi hampir di semua kota/kabupaten di Jawa Tengah. Trafik tertinggi antara lain terjadi di kota/kabupaten seperti Kabupaten Rembang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, dan ...