Untitled Document

InaHEA Ingin Prioritaskan Kanker untuk Perbaiki Kesintasan EKONOMI & BISNIS

InaHEA Ingin Prioritaskan Kanker untuk Perbaiki Kesintasan


Suaraterkini.com - Konferensi tahunan Indonesia National Health Conference (InaHEA) 2018 yang dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan akademisi,  praktisi, dan peneliti di bidang ekonomi kesehatan di tingkat nasional dan internasional mengusung topik “Apakah JKN memperbaiki kesintasan kanker di Indonesia?”.

dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, SpA, MPH, dari Indonesian Center for Strategic  and International Studies (CSIS) menyampaikan,“ selama 27 tahun terakhir sejak tahun  1990 sampai 2016, indikator kesehatan di Indonesia mengalami perbaikan yang sangat  signifikan. 

Namun perbaikan tersebut tidak merata di semua indikator. Saat ini Indonesia  mengalami transisi dalam epidemiologi penyakit, ditandai dengan masih tingginya  prevalensi penyakit menular, dan pada saat yang sama penyakit tidak menular seperti  kardiovaskular dan kanker juga sedang meningkat. 

“Kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% setelah penyakit  kardiovaskular. Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)  tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau  sekitar 330.000 orang,” ungkapnya.

Prof. Budi Hidayat,SKM, MPPM, PhD., dari Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS), mengatakan,” biaya pengobatan untuk penyakit degeneratif seperti  kanker merupakan penyebab kemiskinan di negara-negara di kawasan Asia Tenggara,  termasuk Indonesia. Kanker merupakan masalah kesehatan besar yang berdampak   buruk terhadap kehidupan pasien secara sosial dan ekonomi.
 



Berita Terkait

DKI Jakarta Harus Kaji ulang Zonasi UMKM

05 Nov 2018, 13:52

Kecilnya kemampuan keuangan, tak dibutuhkannya sebuah ruang besar dalam berbisnis konsultasi, membuat sejumlah konsultan yang masih merintis usaha konsultasi dalam berbagai bidang merasa aturan ...