Untitled Document

Ini Produk Olahan Kacang Lupin dari Tangan Entrepreneur Dr. Etty Susilowati EKONOMI & BISNIS

Ini Produk Olahan Kacang Lupin dari Tangan Entrepreneur Dr. Etty Susilowati


Suaraterkini.com - Bagi perajin tahu dan tempe, kacang lupin merupakan kacang alternatif pengganti kedelai. Di saat harga kedelai terkadang fluktuatif, kacang lupin ini bisa sebagai pengganti. Fungsinya hampir sama dengan kacang kedelai sebagai bahan baku pembuat tahu dan tempe, tapi lebih murah. 

Namun, berbeda dengan Dr. Etty Susilowati, SE. MM, yang mengolah kacang lupin menjadi produk olahan Lupin, yang dikemas dalam berbagai varians yang diperkenalkan di pameran bertarap internasional yakni di Trade Expo Indonesia (TEI)  tanggal 24 sd 28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE)  Serpong Tangerang. 

Dosen Home Base Universitas Budi Luhur mengatakan,” Varians produk Lupin yang  di luncurkan dengan mengusung branding LUPS ini, terdiri dari Lupin Chips dengan produk Lupin Milk Powder, Green Bean Milk Powder dengan produknya Red Rick Milk Powder, Cookies Lupin (Cheese Stick Lupin), Chocolate Cookie Lupin (Chastengels Lupin), Pine apples Cookie Lupin (Youghurt Cookies Lupin) dan Almond Cookies Lupin (Lupin Crackers).

Kami membuat berbagai produk berbahan baku kacang Lupin, karena Indonesia sangat ketergantungan dengan produk kacang kedelai. Kacang Lupin berbeda dengan kacang kedelai, di mana kacang Lupin lebih banyak proteinnya, lebih banyak seratnya dan tidak mengandung MJO dan Glutein dan anti treapsin,” imbuhnya.

“Bahan baku kita ambil dari Australia, diawal kita import. Saya riset ini selama 5 tahun, Ketika kita lihat marketnya berkembang maka kita lakukan budidaya. Agar tidak ketergantungan atau berkurangnya produk import, saat ini, kami membudayakan kacang Lupin di Malang dalam jumlah yang terbatas. 

Kami berharap dengan bantuan pemerintah, kami akan lebih membesarkan kacang Lupin di Indonesia, ujarnya kepada awak media, (28/10).

Dalam kesempatan yang sama Tenaga Ahli Bidang Strategi Promosi dan Pemasaran Kementerian Perdagangan FTA, Aryoko Mochtar, mengatakan dengan adanya perjanjian perdagangan, pemerintah berusaha membantu para pelaku usaha untuk mengurangi hambatan tarif dan non tarif. 

“Makanya salah satu hambatan, kami membantu pelaku usaha dengan produk usahanya ini untuk mengembangkan sayap ke luar negeri. Potensi pasar produk ini (Lupin) cukup besar. Karena sebenarnya ini adalah produk substitusi dari kacang kedelai. Saat ini kacang kedelai kita import dari Negara-negara pasar tradisonal seperti salah satunya dari Negara Amerika dan Eropa,” katanya. 

Dia, menambahkan dengan adanya inovasi kacang Lupin dari Australia ini, apalagi kita sudah ada perjanjian dagang dengan Australia, otomatis pasar khususnya untuk pasar Asia seperti Jepang, Korea terbuka lebar dengan produk yang ada nilai tambahnya.

“Seperti kripik tempe, itu sama dengan crackersnya pengganti kentang karena lebih sehat dan lebih enak,” pungkasnya.
 



Berita Terkait